Putra Syakila Tak Ingin Memberikan Kekecewaan Pada Orang Yang Telah Berharap

Zaman seperti sekarang ini, tak sedikit perempuan yang memutuskan menjadi atlet beladiri.

Editor: Rahimin
tribunjambi/ade setyawati
Putri Syakila. Putra Syakila Tak Ingin Memberikan Kekecewaan Pada Orang Yang Telah Berharap 

Putra Syakila Tak Ingin Memberikan Kekecewaan Pada Orang Yang Telah Berharap

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI -  Zaman seperti sekarang ini, tak sedikit perempuan yang memutuskan menjadi atlet beladiri.

Bahkan tidak sedikit juga yang sulit mendapat izin dari orang tua karena olahraga keras ini.

Termasuk juga Putri Syakila, atlet pencak silat yang kerap disapa putri juga sempat mendapat penentangan dari ayahnya.

Darah beladiri mengalir di dalam tubuh Putri Syakila.

Ayahnya seorang atlet taekwondo dan ibunya juga dulu seorang atlet karate dan Putri Syakila mencintai beladiri sejak ia SMA.

"Ayah saya seorang atlet taekwondo di tanah kelahirannya di Bukittinggi. Ibu saya juga dulu seorang atlet karate di tempat kelahirannya di Kota Jambi. Meskipun berlatar belakang beladiri ketika saya ingin menekuni beladiri, saya tidak mendapat izin dari ayah saya," kata Putri Syakila.

"Ayah tidak memberikan izin karena ayah tidak mau anak perempuan satu-satunya merasakan sakit yang dia tidak bisa lindungi. Sedangkan ibu saya berbeda, dia mau anak perempuan satu-satunya menjadi anak yang tangguh. Dia memperbolehkan saya memilih jalan apa yang ingin saya tempuh, dan saya memiliki keinginan yang kuat," sambungnya. 

Meskipun begitu keinginannya untuk menggeluti beladiri sangat kuat.

Putri Syakila.
Putri Syakila. (tribunjambi/ade setyawati)

Menurutnya menjadi atlet pencak silat memiliki tantangan tersendiri.

"Tantangannya itu sebagai perempuan kita harus berlatih lebih keras dan juga melatih mental, tentu saja karena perbedaan fisik antara perempuan dan laki-laki, dan juga untuk terus mengejar kekuatan yang harus kita capai," lanjutnya.

Untuk bisa menjadi kuat harus bisa tahan dengan banyak rintangan yang tentunya tidak mudah, namun dengan terus berlatih tidak ada yang tidak mungkin.

Kemungkinan-kemungkinan akan segera terwujud dengan tekun berlatih dan bahkan seorang atlit profesional bisa dikalahkan dengan orang yang rajin latihan.

"Bahkan sehebat apapun seseorang tetap saja gelanggang adalah pijakan yang sakral dan kita nggak tau apa yang akan terjadi disana, pelatih saya mengatakan 'Usaha tidak akan mengkhianati hasil' dan saya sangat mempercayai itu," jelasnya.
 
Meskipun begitu, tetap ada dimana momen-momen membuatnya merasa sedih, momen yang membuat nya dijauhi teman-teman perempuannya.

"Momen sedih itu, saat beberapa teman wanita kita menjaga jarak karna takut kita adalah orang yang kasar," ujarnya.

"Hanya karna saya memiliki hobi kasar, apa cara kami bergaul juga akan kasar ?, Sekeras apapun kami tetap tidak bisa dipungkiri kami juga wanita yang sama lembut nya dengan mereka," ujarnya lagi.

Meskipun begitu, selama menjadi atlit pencak silat, juga ada momen yang mengharukan atau momen yang sulit dilupakan.

Momen yang membuat Putri Syakila sulit melupakan ialah ketika banyak harap yang di letakkan di pundaknya.

Meskipun saat itu sebenarnya ia tidak mampu lagi untuk bergerak tapi tekad untuk kembali berdiri membuat nya lebih kuat, dan tidak rela memberikan kekecewaan pada doa-doa yang banyak dipanjatkan.

Baca juga: Pemenuhan Pembalut Bagi Perempuan Disabilitas Juga Menjadi Tantangan

Baca juga: Kabar Gembira, Provinsi Jambi Akan Dapat Tambahan 500 Ribu Dosis Vaksin Dari Kemenkes

Baca juga: VIDEO Belanja Sambil Berwisata di Balai Kerajinan Selaras Pinang Masak Kota Jambi

"Ketiak tidak mampu lagi bergerak namun tidak sanggup melihat tunduk kecewa orang-orang hebat yang telah menaruh harap, dan tangis haru orang-orang pecah saat melihat kita raih kemenangan membuat kita rindu untuk selalu merasakan kemenangan lagi dan lagi," pungkasnya.(tribun jambi/ade setyawati)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved