Pemenuhan Pembalut Bagi Perempuan Disabilitas Juga Menjadi Tantangan

Permasalahan perempuan belum mendapatkan kesejahteraan dalam kesehatan reproduksi juga dirasakan perempuan disabilitas.

Editor: Rahimin
tribunjambi/ade setyawati
Permasalahan perempuan belum mendapatkan kesejahteraan dalam kesehatan reproduksi juga dirasakan perempuan disabilitas. 

Pemenuhan Pembalut Bagi Perempuan Disabilitas Juga Menjadi Tantangan 

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Permasalahan perempuan belum mendapatkan kesejahteraan dalam kesehatan reproduksi juga dirasakan perempuan disabilitas.

Hal itu terungkap dalam kegiatan yang diadakan Beranda Perempuan, UIN STS Jambi, Biyung Indonesia, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Gonau, Kompas.

Menyelenggarakan kegiatan wabiner Perempuan Bantu Perempuan Bicara Hak Kesehatan Reproduksi melalui Gerakan Pakai Pembalut Kain.

Dalam kesempatan kali ini Rarumas Dewi dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), menyampaikan pemenuhan pembalut bagi perempuan disabilitas juga menjadi tantangan.

Perempuan disabilitas juga memiliki hak yang sama seperti perempuan-perempuan lain, kesehatan reproduksi untuk perempuan disabilitas rentan sekali dengan permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan organ reproduksi atau organ intim.

Hal ini tidak terlepas dari anggapan yang berkembang di masyarakat, bahwa perempuan dengan disabilitas dianggap tidak memiliki aktifitas seksual dan reproduksi yang sama dengan perempuan non disabilitas lainnya.

Sedangkan perempuan disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh edukasi, sarana dan fasilitas yahg mendukung kesehatan reproduksi.

"Kesehatan reproduksi untuk perempuan disabilitas rentan sekali dengan permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan organ reproduksi atau organ intim. Anggapan di masyarakat yang cendrung negatif terhadap perempuan dengan disabilitas, membuat terbatasnya informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang diberikan atau di dapatkan oleh kaum disabilitas," jelasnya.

Hak kesehatan organ intim bagi perempuan itu ada 4 poin. Yakni, memperoleh tentang kesehatan organ intim, sarana dan fasilitas yang mendukung organ intim, ,emperoleh informasi yang tepat cara merawat organ intim dan endapatkan pembalut yang sehat.

"Satu poin hak kesehagan organ intim bagi perempuan adanya pembalut yang sehat, dan bagi perempuan disabilitas ini juga merupakan tantangan," ujarnya.

"Ada 2 tantangan pertama terbatasnya informasi bagaimana memilih pembalut yang sehat, kedua keterbatasan ekonomi perempuan disabilitas," ujarnya.

Solusi yang disarankan menurut Rarumas Dewi dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia ada 3 poin

Baca juga: Kabar Gembira, Provinsi Jambi Akan Dapat Tambahan 500 Ribu Dosis Vaksin Dari Kemenkes

Baca juga: VIDEO Belanja Sambil Berwisata di Balai Kerajinan Selaras Pinang Masak Kota Jambi

Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, Kegiatan Budaya di  Tanjung Jabung Timur Bakal Tidak Dilaksanakan

Yaitu, memberikan sarana dukungan fasilitas dibidnag informasi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan organ intim. Memperkenalkan pembalut yang sheat untuk menjaga organ intim.

Serta memberikan pelatihan pembuatan pembalut yang alami, sehingga bisa menghemat pengeluaran dan menjadi sumber penghasilan.(tribun jambi/ade setyawati)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved