Masjid Pancasila Dibangun Setelah Melihat Tidak Ada Masjid Untuk Warga Melaksanakan Salat

Masjid Pancasila berada di RT 06, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin.

Editor: Rahimin
tribunjambi/darwin sijabat
Masjid Besar Al Hidayah atau yang populer disebut Masjid Pancasila di Kota bangko, Kabupaten Merangin 

Masjid Pancasila Dibangun Setelah Melihat Tidak Ada Masjid Untuk Warga Melaksanakan Salat

TRIBUNJAMBIWIKI.COM - Masjid Pancasila berada di RT 06, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin.

Hendri Pol, Ketua RT 06, yang menjadi lokasi Masjid Pancasila itu dibangun menceritakan, dari penuturan warga yang sudah lama tinggal di sekitar Masjid Pancasila, pembangunan masjid tersebut berawal dari tidak ada masjid untuk warga melaksanakan ibadah salat.

"Waktu itu sekitar sini belum ada masjid sama sekali dan masih banyak hutan. Dan  waktu itu warga numpang salat di aula kantor bupati dan selanjutnya numpang salat di aula rumah sakit," katanya.

Kebetulan waktu itu, Bupati Merangin selain tinggal di rumah dinasnya juga punya rumah di sekitar Masjid Al Hidayah Pancasila atau tepatnya di kantor BKD saat ini.

Masjid Besar Al Hidayah atau yang populer disebut Masjid Pancasila di Kota bangko, Kabupaten Merangin
Masjid Besar Al Hidayah atau yang populer disebut Masjid Pancasila di Kota bangko, Kabupaten Merangin (tribunjambi/darwin sijabat)

"Jadi waktu ia pulang ke rumahnya disini warga mengusulkan untuk dibangun masjid. Lalu berangkatlah waktu itu bupati ke Jakarta mengusulkan pembangunan masjid dan kabar baiknya pemerintah pusat menangapi dengan baik, syaratnya harus ada tersedia tanah," sebutnya.

Menurut penuturan warga yang sudah lama tinggal disini, lanjut Hendri Pol waktu itu warga mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid.

"Tidak lama setelah itu datang orang dari Jakarta mengecek tanah lokasi masjid akan di bangun, setelah itu dapatlah bantuan dan masjid dibangun hingga selesai. Dan diresmikan Menteri PU waktu itu, Radinal Mochtar,” ujarnya.

Baca juga: Menelisik Keberadaan Masjid Pancasila di Kota Bangko Yang Diresmikan Presiden Soeharto

Baca juga: Putra Syakila Tak Ingin Memberikan Kekecewaan Pada Orang Yang Telah Berharap

Untuk mengembangkan kehidupan ummat beragama melalui jalinan gotong royong telah secara nyata berhasil diwujudkan dengan dibuktikan berdirinya masjid-masjid tersebut tanpa membebani keuangan Negara.

Dikutip dari soeharto.co, pada tahun itu juga (1982) YAMP mengumpulkan dana yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (Korp Pegawai Republik Indonesia), TNI/Polri yang beragama Islam yang nilainya: Rp 50 (golongan I), Rp 100 (golongan II), Rp 500 (golongan III), dan Rp 1.000 (golongan IV), berdasarkan jenjang masing-masing pegawai. Hal ini sesuai dengan surat edaran Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan.

Kondisi dalam Masjid Besar Al Hidayah atau yang populer disebut Masjid Pancasila di Kota bangko, Kabupaten Merangin
Kondisi dalam Masjid Besar Al Hidayah atau yang populer disebut Masjid Pancasila di Kota bangko, Kabupaten Merangin (tribunjambi/darwin sijabat)

Sesuai jadwal, yayasan YAMP telah berhasil membangun 999 masjid di seluruh Indonesia dan masjid terakhir diselesaikan tepat pada 2009 sesuai pesan HM Soeharto dan memiliki bentuk yang khas.(tribun jambi/dDarwin sijabat) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved