Setelah Miliki Sertifikat IG, Kopi Sumatera-Merangin Diharapkan Bisa Ekspor ke Luar Negeri

Al Haris pada 20 Mei 2021 lalu serahkan langsung sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Sumatera- Merangin ke petani kopi di Kecamatan Jangkat.

Editor: Rahimin
tribunjambi/darwin sijabat
Bupati Merangin Al HAris beberapa waktu lalu serahkan sertifikat Indikasi Geografis, Kopi Sumatera Merangin ke petani 

Setelah Miliki Sertifikat IG, Kopi Sumatera Merangin Diharapkan Bisa Ekspor ke Luar Negeri 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bupati Merangin, Al Haris pada 20 Mei 2021 lalu serahkan langsung sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Sumatera-Merangin ke petani kopi di Kecamatan Jangkat.

Dengan adanya sertifikat tersebut diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat dengan semakin meningkatnya nilai ekspor kopi ke luar negeri. 

Namun, bagaimana pengelolaannya sehingga tepat sasaran dan dapat langsung dirasakan petani kopi denhan adanya keunggulan memiliki sertifikat IG tersebut. 

Wakil Bupati Merangin Mashuri mengatakan, setelah berkunjung ke Kabupaten Kerinci, Jambi maka pihaknya memutuskan kopi Sumatera Merangin akan dikelola oleh koperasi.

Mashuri mengungkapkan, dengan pengelolaan yang tepat maka diharapkan akan mampu mengikuti kopi Kerinci yang mampu ekspor ke 19 negara dan gerai di 8 kota besar.

Hal itu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani seiring nilai ekspor kopi yang diakui secara internasional itu juga meningkat. 

"Kita akan membina petani kopi (yang memiliki sertifikat IG) dengan koperasi, nantinya diharapkan bisa mengekspor," ujarnya. 

Mashuri mengakui, selama ini kopi asal Kabupaten Merangin banyak masuk ke daerah lain, misalnya Provinsi Lampung. Sayangnya, setelah sampai di daerah tertentu, kopi tersebut tidak lagi bernama kopi asal Merangin.

"Kopi kita banyak dibawa keluar daerah, jadi atas nama luar daerah, bukan Merangin," ungkapnya.

Sehingga kedepannya, dengan adanya sertifikat yang telah dimiliki itu akan dilakukan pembinaan koperasi atau kelompok tani yang ada. 

Saat ditanyakan tidak berminat untuk diurus oleh Badan usaha milik daerah (BUMD) atau perusahaan, Mashuri mengkhawatirkan tidak akan tepat sasaran dan kurang menguntungkan petani. Sebab BUMD dan perusahaan akan mengambil untung.

Baca juga: Kampung Tertib Lalu Lintas di Jalan Donorejo Kota Jambi Kesankan Keindahan, Keamanan, dan Kenyamanan

Baca juga: Rumah BUMN Jambi Dorong Pelaku UKM Jambi Bersaing di Pasar Dunia

Baca juga: Disarsipus Merangin Bidik Suku Anak Dalam dan Anak Punk, Untuk Tingkatkan Literasi Anak Bangsa

"Dikelola koperasi lebih baik. Untuk mensejahterakan masyarakat, koperasi lebih baik. Koperasi tidak mengambil untung," ujarnya. 

Nantinya, petani tersebut yang berada di kawasan sertifikat IG tersebut akan dimasukkan ke dalam koperasi dan dilakukan pembinaan.(Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat).

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved