Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, Beranda Perempuan Sadari Pentingnya Peran Tokoh Agama

Selama beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Beranda Perempuan melaksanakan workshop edukasi tokoh agama dan masyarakat mengenai perspektif keberpihakan pada korban. 

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, Beranda Perempuan Sadari Pentingnya Peran Tokoh Agama

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Selama beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi.

Sejak 2015, tercatat 30 korban kekerasan pernah didampingi oleh Beranda Perempuan.

Beranda Perempuan bersama Aliansi Save Our Sister aktif melakukan kampaye bersama korban untuk mendesak aparat hukum memberikan akses keadilan hukum bagi korban dan keluarganya.

Direktur Beranda Perempuan, Zubaidah menyebutkan beberapa contoh kasus tersebut. Di antaranya, kasus yang dilajukan seorang guru ngaji yang berujung putusan bebas dari Pengadilan Negeri Jambi.

Vonis bebas itu memunculkan respons dari keluarga korban, sampai akhirnya, setelah dua tahun Beranda Perempuan mengantarkan kasus itu ke Mahkamah Agung dan berbuah vonis penjara pada Desember 2020 lalu.

Kekerasan seksual lain terjadi di lingkungan pendidikan. Seperti dugaan kasus pelecehan seksual terhadap lima santri di Kabupaten Tebo, Jambi.

Kemudian pada 2018, ada juga kasus terhadap belasan santri di Tanjung Jabung Barat. Terduga pelaku, berdasarkan keterangan yang didapat, disebut kabur ke Pulau Jawa.

"Komnas perempuan juga mencatat, kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan sebesar 18 persen pada tahun 2020," kata Zubaidah, Rabu (9/6/2021).

Dia menyampaikan, kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Jambi belum banyak dibicarakan di ruang keagamaan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved