Budak Sinema Jambi, Komunitas yang Menjadi Wadah Bagi Anak-Anak Menyalurkan Bakat

Komunitas Budak Sinema Jambi (BSJ) berdiri sejak 2003, hingga sekarang telah berdiri kurang lebih 18 tahun dengan 7 generasi.

Editor: Rahimin
istimewa
Foto bersama selesai film The Revenge. Budak Sinema Jambi, Komunitas yang Menjadi Wadah Bagi Anak-Anak Menyalurkan Bakat 

Budak Sinema Jambi, Komunitas yang Menjadi Wadah Bagi Anak-Anak Menyalurkan Bakat

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI -  Komunitas Budak Sinema Jambi (BSJ) berdiri sejak 2003, hingga sekarang telah berdiri kurang lebih 18 tahun dengan 7 generasi.

18 tahun lalu, awal tujuan dibangunnya komunitas ini ialah untuk menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan mengeksplor bakat yang ada.

"Aku kan memang lahir di Jambi tapi besar di Jawa. Saat aku pulang ke Jambi aku lihat, Jambi memiliki banyak anak-anak yang punya bakat dan luar biasa, tapi mereka tidak memiliki wadah untuk mengekspresikan diri dan itu menjadi sia-sia," jelas Aa Ikbal sebagai pendiri BSJ.

"Dari itu aku berfikir aku mau membuat komunitas dimana mereka bisa menyalurkan bakat dan yang belum bisa pun akan di bangun dan di asah sampai bisa," sambungnya.

Saat ini sejak 18 tahun berdiri, dari 7 generasi juga memiliki nama yang berbeda-beda dengan fokus komunitas yang juga berebda-beda, dari awal hingga sekarang komunitas ini memiliki lebih dari 1000 anggota.

Untuk angkatan terakhir diberi nama Wisata Mistis jalan cukup lama, muncullah Jejak Mistis dan juga terlahir Budak Sinema Jambi dan fokus perfilman.

"Dari awal berdiri hingga sekarang ke anggotaan di komunitas ini tidak terhitung lagi, lebih dari 1000 anggotaan, dan sekarang BSJ sedang ada project film dan anggota nambah 200 orang," lanjutnya.

Belum lama ini budak sinema Jambi melakukan syuting, dan baru-batu ini BSJ ada 2 filem yang di produksi, dari dua film tersebut ada satu film yang di persiapkan sangat serius.

Film tersebut diberi judul The Revenge. Di mana, syuting film The Revenge ini menjawab tantangan yang diberikan sutradara terkenal Indonesia.

Baca juga: Mengungkap Sejarah Perdagangan Lada Tempo Dulu di Jambi, dari Abad ke-16 hingga ke-18

Baca juga: Sejarah Kelurahan Sengeti Sebagai Markas Pertempuran Tentara Belanda dan Pejuang di Muarojambi

Baca juga: Wawancara Eksklusif AKBP Guntur Saputro Menghadapi Penyelundupan Benur di Kabupaten Tanjab Barat

"Sebelumnya memang film ini ada bagian 1 dan 2 nya, waktu itu dapat tantangan dari sutradara terkenal indonesia, katanya film nya bagus dan minta di minta durasinya di perpendek lagi dan lain sebagainya, jika bagus mereka akan membawa film ini ke layar lebar," pungkasnya.(tribun jambi/ade setyawati)

Sumber: Tribun Jambi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved