Wawancara Eksklusif Abdullah Ketua DPRD Tanjab Barat, Berawal Dari Kepala Desa

Abdullah Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat punya pengalaman menarik sampai akhirnya ke titik ini.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi
Abdullah (kiri) bersama Pemimpin Redaksi Tribun Jambi Sulistiono (tengah) 

Wawancara Eksklusif Abdullah Ketua DPRD Tanjab Barat, Berawal Dari Kepala Desa

TRIBUNJAMBIWIKI.COM - Abdullah Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat punya pengalaman menarik sampai akhirnya ke titik ini.

Memasuki periode ketiga di legislatif, Abdullah punya banyak pengalaman yang dibagikan dalam wawancara bersama Tribun Jambi, yang dapat dilihat dalam petikan-petikan berikut.

Bapak punya pengalaman yang cukup banyak sebelum menjadi ketua DPRD. Dimulai dari kepala desa, bagaimana prosesnya sampai dipercaya sebagai Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat seperti sekarang?

Abdullah: Perjalanan karier saya dari kepala desa sampai ke ketua DPRD ini sudah ada takdirnya. Berjalannya waktu, yang jelas dari tahun 2000-2008 saya meniti karier sebagai kepala desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara. Desa Pematang Lumut dahulunya merupakan desa yang cukup terpencil, sebelum ada perusahaan. Sekarang ini Desa Pematang Lumut sudah dimekarkan jadi delapan desa. Belajar dari kepala desa, sebelum jadi kepala desa saya tidak pernah berkecimpung di pemerintahan. Dulunya saya petani biasa, berkebun.

Dari pengalaman kepala desa ini, saya belajar berhubungan ke masyarakat, berkecimpung di pemerintahan, hingga di bidang pembangunannya. Inilah pengalaman pemerintahan dari tingkat desa. Dari hal-hal kecil, sampai ribut suami-istri pun kadang mengadunya ke kades, sampai hal-hal lain. Jadi, dengan kita di kepala desa inilah banyak bergaul, banyak pengalaman mendekatkan diri dengan masyarakat.

Pada 2009, karena sudah dari 1999 sudah jadi pengurus partai sambil menjadi kepala desa, akhirnya mencalonkan diri di legislatif. Alhamdulillah, terpilih jadi anggota DPRD Tanjung Jabung Barat periode 2009-2014. Awalnya tidak terencana juga, tapi karena pengurus partai, akhirnya dimasukkanlah sebagai calon anggota DPRD di Dapil II untuk Betara dan Kuala Betara. Berjalannya waktu, kita meniti karier dari tingkat desa, berkiprah di kecamatan, sekarang masuk tiga periode. Dari 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.

Selama kurun waktu dua periode, pengalaman bagaimana kita membawa masyarakat, apa yang menjadi aspirasi masyarakat kita salurkan melalui pokok-pokok pikiran. Alhamdulillah, selama tiga periode ini masyarakat masih memercayakan.

Jadi, dengan adanya pencalonan bupati, ada kekosongan. Akhirnya pada 4 Mei, saya dilantik jadi Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ini keputusan partai, kami ikuti mekanismenya. Ada beberapa tahapan yang kita jalani.

Jika sebelumnya di tingkat desa, sekarang di tingkat kabupaten, lebih luas dari sebelumnya. Ketua DPRD ini kayak ketua kelas. Jadi, tidak bisa memerintahkan, ada fraksi masing-masing, sehingga kita perlu merangkul semua elemen yang ada di DPRD ini untuk bisa membangun Tanjung Jabung Barat dengan bupati terpilih.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved