Pernah Takut Jualan Karena Hutang, Kini Sandi Sukses Dengan Bubur Sumsum TAC

Bubur Sumsum IB atau yang lebih dikenal dengan nama bubur sumsum TAC memang sudah dikenal masyarakat secara luas

Editor: Rahimin
tribunjambi/yon rinaldi
Bubur Sumsum TAC memang sudah dikenal masyarakat secara luas di Kota Jambi 

Pernah Takut Jualan Karena Hutang, Kini Sandi Sukses Dengan Bubur Sumsum TAC

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Bubur Sumsum IB atau yang lebih dikenal dengan nama Bubur Sumsum TAC memang sudah dikenal masyarakat secara luas di Kota Jambi. Khususnya para pecinta minuman dingin.

Namun, siapa sangka dahulu Sandi Agustian pernah terlilit utang bank keliling, tidak hanya satu tapi sampai 10 bank keliling.

Sandi mengatakan, dahulu sempat pernah takut untuk berjualan, karena penagih hutang selalu mengincar dia.

“Mereka itu seperti tahu saja kemana saya mangkal,” katanya.

Bahkan, Sandi sempat ingin menjual gerobak buburnya karena sudah tidak sanggup lagi menghadapi para penagih hutang tersebut.

Untungnya ada Siti Nurlailah istrinya yang selalu menyemangatinya untuk tidak menyerah dan terus berjualan.

Sandi mengatakan, dahulu dia berhutang itu hanya untuk membeli susu anak, karena tidak ada uang terpaksa ngutang.

“Saat itu anak mau nyusu, uang tidak ada. Satu-satunya cara ya berhutang, menjelang dagangan laku,” katanya.

Bubur Sumsum TAC memang sudah dikenal masyarakat secara luas di Kota Jambi
Bubur Sumsum TAC memang sudah dikenal masyarakat secara luas di Kota Jambi (tribunjambi/yon rinaldi)

“Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, apapun cara akan kita lakukan untuk anak. Tapi bukanya sehat, anak saya malah sering masuk rumah sakit, di satu sisi penagih hutang seperti tidak mau diajak kompromi,”  keluh Sandi.

“Aku jadi sering bertengkar dengan istri, saat itu,” sambungnya.

Permasalahanya mulai berkurang setelah ia bertekad untuk tidak mau berhutang lagi.

Setiap penagih hutang yang datang dia hadapi, jika ada uang dia bayar, jika belum dapat dia meminta tempo menjelang dagangan laku.

Satu tahun penuh Sandi berjibaku membayar hutang, ia tidak takut lagi anaknya tidak bisa minum susu. Hingga akhir 2017 semua hutangnya lunas.

Titik balik kesuksesan pria berdarah minang ini terjadi terjadi di 2018 silam, penjualanya meningkat drastis kala itu.

Bahkan, istrinya yang sedang hamil tua pun harus turun tangan melayani pembeli.

Siti Nurlailah mengatakan, beberapa hari setelah melahirkan dia sampai harus turun tangan melayani pembeli.

“Waktu itu aku Wa dia ( Sandi.red) pagi, sampai siang tidak di buka-buka tu Hp. Dalam Hati aku ini pasti ramai, kasian dia,” ujarnya.

“Aku kepikiran bang, akhirnya aku menyusul ke tempat dia jualan,” sambungnya.

Semenjak saat itu Sandi mulai mempekerjakan karyawan, karena tidak tega melihat istrinya.

“Karyawan pertamaku hanya aku gaji Rp 30 ribu perhari,” kata Sandi.

Tidak hanya sampai di situ pertengahan 2018, Sandi mulai memberanikan diri membuka cabang pertamanya di dekat SPBU kebun handil.

Padahal saat itu dia hanya punya tabungan Rp 2 juta.

Sandi mengatakan Jika cabang keduanya itu gagal uang dua juta inilah untuk membayar gaji karyawan.

Ternyata, cabangnya yang di Kebun Handil laku keras, setiap hari bubur sumsum nya selalu habis.

Dua bulan kemudian ia kembali membuka cabang di Paal Merah Lama , dilanjutkan ke Thehok dan terakhir di depan Dinas Kesehatan Kota Jambi, Kotabaru.

Kini penjualan bubur sumsum IB sudah tembus 1.300 porsi dalam sehari. Kesuksesan ini mengantarkan Sandi memiliki rumah sendiri yang dibeli secara tunai.

Tidak hanya itu, ia tidak kepanasan lagi karena telah memiliki mobil yang dibeli secara tunai juga.

Sandi mengatakan semenjak kejadian saat itu dia sudah tidak mau lagi  berhutang.

Baca juga: Profil AKBP Yuyan Priatmaja Dipilih Kapolri Menjadi Kapolres Muarojambi

Baca juga: Wawancara Eksklusif Bupati Tanjab Barat, Kembalikan Kejayaan di Sektor Perikanan dan Pariwisata

Baca juga: Saat Kebun dan Kolam Pemancingan di Batanghari Disulap Menjadi Tempat Rekreasi Keluarga

“Lebih baik tidak punya daripada pusing katanya,” katanya.

Namun siapa sangka, keputusan untuk tidak berhutang justru mengantarkan kepada kesuksesan. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi).

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
449 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved