Perjalanan Karier Hairan, Wabup Tanjab Barat Dari Kepala Dusun hingga Wakil Bupati

Hairan mengawali karier sebagai kepala dusun, siapa sangka kini dia duduk sebagai wakil bupati dalam jangka waktu sekitar delapan tahun

Editor: Rahimin
tribunjambi/samsul bahri
Hairan, Wakil Vupati Tanjung Jabung Barat dalam satu kesempatan. 

Hairan: Dalam langkah itu yakin saja. Kalau kita yakin, usahanya ada, usaha tidak mengkhianati hasil. Jangan takut mencoba. Saya jadi anggota DPRD hanya delapan bulan saja. Sampai istri saya bilang, ini capek nyalon jadi anggota DPRD belum habis, sudah nyalon lagi.  Alhamdulillah, Allah kasih yang terbaik. Artinya, jangan takut. Kalau kita takut, enggak bakal berhasil. Kalau kemarin saya takut mundur, saya tidak jadi wakil bupati. Hitung-hitungannya Allah yang tahu. Kita yang penting berikan yang terbaik untuk semua orang.

Sekarang Bapak sebagai wakil bupati, apakah ada korelasi perjuangannya saat Bapak menjadi kepala desa dan dan menjadi wakil bupati saat ini?

Hairan: Kita mencalonkan kepala daerah dulu, secara finansial kami tidak didukung oleh finansial yang baik. Tapi secara figur kami menjawab, kamilah figur yang menjawab tantangan itu. Saya menunjukkan kualitas sebagai kepala desa. Dari menjadi kades, kemudian ketua asosiasi kepala desa, kita berbuat. Dari mulut ke mulut itulah orang bercerita, bahwa Pak Hairan itu betul membangun. Saya waktu jadi kades mencalonkan diri sebagai anggota DPRD, secara finansial juga tidak memungkinkan, tapi terpilih juga.

Bahkan, sampai hari ini saya masih urus KTP. Makanya, waktu menyampaikan visi dan misi kemarin, jika terpilih kami akan membangun pelayanan unit dinas atau UPTD Capil di Merlung untuk mengakomodir pelayanan di enam kecamatan di Ulu. Jadi mereka untuk urus KTP segala macam tidak perlu ke Kuala Tungkal lagi. Mereka sudah bisa urus di sana.

Insya Allah 27 Mei kita launching di Kantor Camat Merlung yang lama, untuk pembuatan KTP, akta kelahiran, KK, cukup di Merlung, tidak perlu lagi ke ibu kota, Kuala Tungkal.

Bagaimana memajukan desa lewat tower air. Artinya Bapak peka terhadap suatu potensi sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat. Saat menjadi wakil bupati ini, apa Bapak masih akan melakukan pendampingan, misalnya, ke desa-desa untuk membangun yang seperti itu?

Hairan:  Desa juga punya otonomi sendiri. Amanat undang-undang nomor 6 tentang Desa, untuk mengelola sumber daya yang ada, mengelola keuangan desa dengan sebaik-baiknya. Saya bisa sampaikan bahwa saya satu-satunya kepala desa yang menganggarkan dana desa sepenuhnya untuk Bumdes. Tidak ada untuk fisik, sepenuhnya untuk Bumdes, karena kami ingin meningkatkan sumber daya manusianya dulu, ekonominya yang dibangun.

Kalau ekonomi ini yang kita kembangkan, Bumdes yang besar, maka pemberdayaan masyarakat di desa jalan dulu. Kita tidak perlu mengambil tenaga kerja dari luar, cukup di dalam desa. Makanya mungkin, kalau bukan karena ada masalah, kita bisa bikin vulkanisir ban sendiri. Tapi hari ini tampaknya desa sudah mulai koordinasi kembali ke Jambi untuk pengadaan mesin itu. Kawan-kawan di desa sekarang juga sudah pintar-pintar semua.

Alhamdulillah, banyak yang maju. Hari ini Bumdes kita ada yang hasil per tahunnya sampai miliaran juga. Bahkan desa swasembada juga sudah banyak. Dengan lahirnya dana desa dan undang-undang nomor 6 itu desa sangat diuntungkan, sehingga beberapa infrastruktur yang tidak bisa dikaver pemerintah bisa ditutup dengan dana desa.

Dalam melakukan aktivitas kepemimpinan, apa ada aktivitas khusus yang Bapak lakukan untuk menuju kesuksesan?

Hairan: Tidak ada. Saya pikir mengalir saja. Misalnya, hari ini saya 07.30 WIB sudah sampai di kantor. Apa yang bisa saya kerjakan, saya kerjakan dulu. Menurut saya, menjadi sesuatu itu, pertama harus berani dulu, jangan takut gagal. Kalau takut gagal, maka kita tidak akan sampai ke titik itu.

Makanya, saya delapan bulan sudah mundur dari DPRD. Sebenarnya hitung-hitungannya tidak masuk, tapi kan saya tidak pikir begitu. Kalau memang mau mencalon, harus totalitas, harus berjuang. Saya tidak pulang-pulang malah waktu kampanye. Saya tidak pikir kalah, saya pikir harus menang.

Apa support yang paling Bapak rasakan dari pengalaman yang ada?

Hairan: Pertama memang dukungan keluarga. Sampai hari ini, istri dan anak-anak, apa pun langkah yang diambil mereka dukung. Kemudian terkait apa yang kita harapkan, memang harus kita perjuangkan dengan baik. Insya Allah, itu datangnya mengalir. Yang penting niatnya, apa yang ada kita curahkan untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Ada pesan khusus bagi mereka yang mengamati perjalanan hidup Bapak?

Hairan: Kita manusia ini tidak pernah cukup. Kadang kita lihat posisi enak, padahal belum tentu posisinya enak. Kita saat ini harus berpikir ekstra dengan PAD murni yang hanya Rp100 miliar saja, sementara kita harus merealisasikan janji kampanye yang begitu banyak. Hari ini, di Seberang kota itu, setelah lebih 70 tahun merdeka, baru kali ini mereka mencicipi listrik. Target kita di 2024 nanti tidak ada daerah yang tidak bisa diakses kendaraan roda empat. Seperti di Seberang kali ini, mereka belum bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Kita mengalir saja, berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Kalau orang lihat posisi kita, kalau mereka dengar apa yang kita sampaikan, ini enak. Tapi mereka tidak tahu posisi kita ada rintangan juga. Kita ambil yang positif saja. Kalau saya sampaikan yang tidak enaknya, nanti banyak yang tidak enaknya.

Hambatan itu ada, tidak? Bagaimana cara mengatasi hambatan yang ada itu?

Hairan: Saya dulu, waktu mundur dari kepala desa, maju sebagai anggota DPRD, sempat juga bupati (yang menjabat saat itu) tidak mau tanda tangan pengunduran diri saya. Tapi yang jelas saya yakin tiap ada masalah, pasti ada solusinya. Pas penetapan oleh KPU, alhamdulillah, pak bupati mau tanda tangan. Kalau masalah itu kita hadapi secara profesional, insya Allah, ada solusinya. Jangan berputus asa dan jangan takut. Kalah menang itu belakangan dulu.

Baca juga: Pernah Takut Jualan Karena Hutang, Kini Sandi Sukses Dengan Bubur Sumsum TAC

Baca juga: VIDEO Viral Aksi Pesepeda Yang Ngadem di Minimarket Ini Banjir Kritikan Warganet

Apa pesan Bapak kepada masyarakat Tanjung Jabung Barat?

Hairan: Terima kasih juga kami sampaikan atas kepercayaan masyarakat Tanjung Jabung Barat yang diberikan kepada saya dan pak bupati Tanjung Jabung Barat untuk dapat memimpin empat tahun ke depan. Harapannya pemerintah mampu memberikan yang terbaik, saya dan pak bupati mampu menunaikan janji-janji kami yang kami sampaikan pada tahapan kampanye dan sosialisasi kemarin. Masyarakat proaktif untuk dapat bersama membangun Tanjung Jabung Barat lebih baik dan menuju keberkahan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
450 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved