Wawancara Eksklusif Bupati Tanjab Barat, Kembalikan Kejayaan di Sektor Perikanan dan Pariwisata

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat punya konsep untuk mendorong pembangunan kabupaten di pesisir Jambi itu bersama jajarannya.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/samsul bahri
Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat. Wawancara Eksklusif Bupati Tanjab Barat, Kembalikan Kejayaan di Sektor Perikanan dan Pariwisata 

Wawancara Eksklusif Bupati Tanjab Barat, Kembalikan Kejayaan di Sektor Perikanan dan Pariwisata

TRIBUNJAMBIWIKI.COM - Tanjung Jabung Barat punya potensi luar biasa, terutama pada sektor kemaritiman.

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat punya konsep untuk mendorong pembangunan kabupaten di pesisir Jambi itu bersama jajarannya. Apa

saja yang akan dilakukannya? Seberapa besar potensi yang ada di Tanjung Jabung Barat?

Hal itu bisa disimak dalam wawancara Tribun Jambi berikut.

Terkait potensi bahari di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, konsep pemeritahan yang dilakukan seperti apa?

Anwar Sadat: Kita bersyukur pada Tuhan yang telah menganugerahi Tanjung Jabung Barat dengan laut dan beragam hal yang dikandungnya. Ini potensi luar biasa, hanya tinggal bagaimana kita mengoptimalkan anugerah Tuhan, bagaimana pemerintah daerah dapat mengelola kelautan sehingga menjadi sesuatu yang bisa kita andalkan sebagai pengembangan kawasan, sebagai etalase Provinsi Jambi. Posisi strategis inilah yang bisa kita manfaatkan untuk mengoptimalkan untuk kemakmuran masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Kemenkumham Ceritakan Suasana Lapas, Warga Binaan Sampai Keluarkan Air Mata

Dalam kondisi hari ini, nelayan-nelayan kita sifatnya masih konvensional. Aturan atau regulasi yang dibuat Kementerian Kelautan dan Perikanan, misalnya, pelarangan penggunaan trol berkapasitas besar yang membabat habis ikan-ikan, tidak hanya ikan-ikan besar tapi juga termasuk anak-anaknya, sehingga kelestarian ikan pada masa yang akan datang dikhawatirkan. Pemerintah daerah sudah menetapkan zonasi, tinggal dijalankan oleh nelayan kita.

Misalnya, nelayan jaring, nelayan togok, neyalan condong, nelayan yang menggunakan trol yang sudah dipetakan wilayah tangkapnya. Ini harus kita optimalkan dengan memberikan pengetahuan kepada nelayan untuk melengkapi sarana teknologi, karena kita masih minim teknologi sehingga daya tangkap terhadap ikan cukup rendah. Apa lagi banyak nelayan dari luar yang memanfaatkan hasil laut kita di Tanjab Barat.

Apa saja potensi yang ada di wilayah perairan Tanjung Jabung Barat?

Anwar Sadat: Potensi kita cukup besar, terutama udang ketak. Tiap hari kita ekspor. Ini potensi luar biasa dan mereka sudah terlatih menangkap udang ketak itu, dan itu menjadi sumber penghasilan di Tanjab Barat. Belum lagi ikan-ikan yang hanya ada di Kuala Tungkal. Potensi luar biasa inilah yang akan kita optimalkan ke depannya untuk memberikan program-program yang bisa dilakukan secara sistematis oleh nelayan kita.

Kita ingin mengembalikan kejayaan Tanjung Jabung Barat di sektor perikanan. Kita tahu Tanjab Barat ini bertumpu dari tiga sektor: pertanian, perkebunan, perikanan. Namun perikanan ini nyaris tidak diperhatikan. Insya Allah, mudah-mudahan lewat politik anggaran juga memberikan semacam suntikan dana, pemberian alat-alat tangkap, pompong, jaring, dan sebagainya.

Tinggal kita menyiapkan kulkas dan rumah produksi, sehingga ikan yang ditangkap ini bisa bertahan lama. Selama ini cuma bisa menangkap ikan dan ekspor ke luar, namun itu dilakukan oleh pedagang kita yang sifatnya indivu. Ini yang akan kita dorong melalui pemerintah daerah nanti, intensif untuk melakukan itu.

Baca juga: Gong Buluh Alat Musik Khas Sungai Penuh dan Kerinci, Sering Dimainkan Saat Upacara Adat

Baca juga: Masker Wajah Herbal Dari Kopi dan Teh Dari Jambi Patut Tribunners Coba

Melihat potensi yang ada, mulai dari nelayan menangkap ikan dan ekspor, tantu akan ada UKM turunan. Keberpihakan program yang Bapak gagas, apa akan sampai ke hilirnya? Bagaimana mewujudkannya?

Anwar Sadat: Selama ini kita masih memberikan kepada Gapoktan-Gapoktan. Kelompok penangkap ikan ini, mereka sudah punya kelompok yang sudah diberikan izin dari kementerian. Mereka hampir setiap tahun memberikan bantuan.

Kita sedang menyisir produk turunannya. Misalnya, udang jadi kerupuk, ikan parang jadi pempek. Ini yang belum terlalu intensif dilakukan pemerintah. Ini yang akan digerakkan oleh UMKM tadi, kita akan memberikan insentif. Kita tahu produk turunan yang terkenal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini adalah kerupuk yang luar biasa enaknya, bisa mengalahkan kerupuk di kabupaten lain. Tapi kan, itu belum diproduksi secara stylish, bagus, baik dari packing dan sebagainya.

Termasuk nanti akan ada produk turunan dari udang ebi berupa caluk atau belacan. Tinggal sentuhan teknologi yang sedikit kita lakukan. Rumah bupati ini juga nanti akan dijadikan tempat ajang promosi, dalam bentuk olahan ikan, seperti kerupuk dan lainnya.

Bentuk konkret promosinya seperti apa?

Anwar Sadat: Kalau bicara tentang konkret, kita mulai dari hulu, kemudian koordinasi dengan Dinas Perdagangan, sehingga bisa ekspor ke luar. Tinggal bagaimana me-manage-nya

Ada strategi khusus untuk meningkatkan potensi kemaritiman di Tanjung Jabung Barat?

Anwar Sadat: Salah satu strateginya adalah memanfaatkan pelabuhan kita. Untuk tingkat nasional, kita cukup strategis karena berkekuatan 15 ton. Kita punya potensi ikan, kerang yang diminati luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, kepiting yang terus diekspor tiap hari.

Bagaimana agar potensi itu bisa dimanfaatkan oleh kita?

Anwar Sadat: Selama ini, mungkin karena keterbatasan finansial dan sebagainya, jadi sifatnya baru ekspor. Mereka belum bisa membawa ke luar. Dari sini, lempar barang, nanti di luar sudah ada penampungnya. Ini yang masih belum kita intensifkan.

Insya Allah, kita akan bekerja sama dengan himpunan pengusaha yang ada di Tanjab Barat untuk mengoordinasikan ini. Sehingga pengusaha kita tidak sekadar membawa, tapi juga langsung sebagai pemainnya. Bukan sekadar menangkap dan melempar ke penampung, sehingga masih banyak pemain luar. Kita penginnya mandiri, sehingga potensi itu bisa dimanfaatkan oleh putra daerah. Ini menjadi pekerjaan rumah ke depan yang sungguh sangat berat.

Sejauh ini ada tiga keterbatasan yang menjadi PR ke depan, yaitu, berkaitan dengan potensi putra daerah, keterbatasan sumber daya manusia, dan keterbatasan koneksi pengusaha yang ada di luar, sehingga agak kesulitan untuk menjadi pemain di nasional bahkan internasional.

Ada tidak rencana mengundang investor untuk berparter dengan berbagai kegiatan? Dengan para nelayan kita yang menjadi pelakunya, sementara investor hanya menyuntikkan dana.

Anwar Sadat: Selama ini belum mengarah ke situ. Masih sifatnya sporadis. Nelayan berkumpul, mereka menciptakan pasar sendiri, sehingga belum terorganisir secara baik. Itu kealpaan kita sebagai pemerintah daerah untuk mengoordinir mereka dan memfungsikan himpunan pengusaha sehingga mereka melakukan aksi individu. Tapi selama ini cukup efektif.

Selain potensi pada hasil laut, potensi pariwisatanya bagaimana?

Anwar Sadat: Tanjung Jabung Barat ini bahkan mendapat penghargaan di pariwisata bahari, karena ada mangrove. Ini anugerah Tuhan kepada Tanjung Jabung Barat. Selama ini kita belum terlalu maksimal memfungsikan wisata bahari ini, seperti mangrove atau wisata yang memilik daya tarik tersendiri di Tanjung Jabung Barat.

Kita kemarin tanam mangrove di Tungkal I. Nanti akan diperbaiki infrastrukturnya, seperti lampu jalan, kita membuat pengembangan wisata di 2022. Kita akan buat saung-saung di pinggir sungai. Kita akan mendorong Dinas Pariwisata. Nanti jika datang ke Tungkal dan turun di WFC, nanti kita buatkan semacam kapal laik jalan, menyisir sungai, melewati pantai-pantai mangrove, sampai ke Pangkalan Dabo.

Insya Allah kita lakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luar tentang keindahan pariwisata di Tanjung Jabung Barat. Kita akan buatkan spot-spotnya, seperti untuk mancing, naik pompong melewati beberapa pesisir pantai, di sana ada spot-spot untuk melepaskan lelah. Bisa duduk di sana sambil makan, di sana kita sediakan tempat untuk mancing. Potensi ikan di sana luar biasa. bagi masyarakat yang senang mancing, itu pas sekali.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Anita Yasmin dan Kisahnya Sebagai Ketua DPRD Perempuan dan Termuda di Indonesia

Baca juga: Narai Tottepack Brand Lokal Jambi, Ciptakan Tas Milenial Dengan Empat Gaya Pemakaian Yang Stylish

Selain mangrove, apa potensi pariwisata lain yang dimiliki Tanjung Jabung Barat?

Anwar Sadat: Selain mangrove, kita hanya punya air terjun, kemudian beberapa bukit di Tungkal Ulu, tapi itu belum terelaborasi dengan baik. Kita masih bisa mengandalkan mengrove, potensi yang ada di Tanjung Jabung Barat dan tidak dimiliki kabupaten lain.

Sektor perikanan yang menjadi primadona, juga menjaga kelestarian ikan dan sebagainya. kita tetap mendorong mangrove ini.

Khususnya masyarakat Tanjung Jabung Barat dan Provinsi Jambi, Tanjung Jabung Barat punya Pelabuhan Roro yang memberangkatkan kapal-kapal antarpulau-pulau. Ini bisa dimanfaatkan. Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk memanfaatkan potensi laut kita, sehingga laut kita tidak hanya dinikati atau dipandang, tapi juga memberikan income bagi kita.(tribun jambi/mareza sutan aj)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
444 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved