Wawancara Eksklusif Kemenkumham Ceritakan Suasana Lapas, Warga Binaan Sampai Keluarkan Air Mata

Tribun Jambi berkesempatan mewawancarai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jambi, Mhd Jahari Sitepu, SH, MSi

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Kakanwil Kemenkumham Jambi, Mhd. Jahari Sitepu melakukan kunjungan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian, Sabtu (15/5/2021). 

Wawancara Eksklusif Kemenkumham Ceritakan Suasana Lapas, Warga Binaan Sampai Keluarkan Air Mata

TRIBUNJAMBIWIKI.COM - Kementerian Hukum dan HAM memiliki sejumlah program yang dijalankan di daerah.

tribunjambiwiki.com berkesempatan mewawancarai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jambi, Mhd Jahari Sitepu, SH, MSi didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Aris Munandar, dan Kepala Divisi Keimigrasian, Morina Harahap.

Wawancara tersebut dapat disimak dalam petikan berikut.

Ada berapa satuan kerja Kemenkumham di wilayah Provinsi Jambi?

Kemenkumham: Di wilayah Kanwil Jambi, Lapas dan rutan sebanyak 14. Ada satu rutan yang terletak paling jauh, di Kerinci. Kemudian lapas ada 11, Rupbasan (rumah penyimpanan benda sitaan negara) ada satu, lapas khusus ada dua. Kemudian imigrasi ada tiga. Jadi jumlah satker (satuan kerja) di wilayah Provinsi Jambi ada 18.

Kanwil mengusulkan 15 untuk TPI. Tahun 2020, satu-satunya di lapas narkotika yang mendapat WBK ada di Provinsi Jambi. Di Imigrasi ada tiga, dua di antaranya mendapat WBK.

Dalam Hari Pemasyarakatan, banyak kegiatan. Diantaranya mengunjungi rumah ibadah, memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Kami juga mengumpulkan sumbangan untuk diberikan sebagai hidangan berbuka puasa yang kami bagikan di depan Kanwil Kemenkumham, sebanyak 1000 bungkus.

Kegiatan apa saja yang dilangsungkan di sana?

Kemenkumham: Banyak kegiatannya. Misalnya, ketika di lapas belum pandai mengaji, kemudian kita bina sampai bisa, sehingga keluar lapas nanti bisa mengajarkan kepada yang lain. Mereka juga membuat keterampilan.

Pembinaan di pemasyarakatan itu ada dua: pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian. Lapas juga bekerja sama dengan instansi lain untuk melakukan pembinaan tersebut.

Kakanwil Kemenkumham Jambi, Mhd Jahari Sitepu melakukan kunjungan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian, Sabtu (15/5/2021).
Kakanwil Kemenkumham Jambi, Mhd Jahari Sitepu melakukan kunjungan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian, Sabtu (15/5/2021). (tribunjambi/musawira)

Di lapas yang ada di Provinsi Jambi, paling banyak warga binaan perkara apa?

Kemenkumham: Dari 14 lapas dan rutan, itu sudah over. Di Jambi isinya sekitar 4.500 sedangkan kapasitas hanya sekitar 2.500. Sebagian besar di atas 50 persen perkara narkotika. Itu menjadi perhatian kita bersama, agar kasus narkotika menurut undang-undang, khususnya pengguna itu tidak harus masuk ke dalam (lapas), mereka semestinya direhabilitasi. Tapi kenyataannya, masih banyak yang masuk.

Kemudian banyak peraturan perundang-undangan mencantumkan pidana, sehingga kasus-kasus kecil pun dilaporkan. Kita harus menyampaikan, mestinya ada penyelesaian di luar hukum. Tidak harus masuk, karena ini akan menambah beban, dan pembinaan pun tidak maksimal.

Lapas di Jambi mengalami overkapasitas, apa itu menjadi kendala, dan bagaimana mengatasi kendala itu?

Kemenkumham: Tentu menjadi suatu kendala. Kenapa? Kalau overkapasitas, tentu semuanya menjadi terbatas. Misalnya, ruang binaan jadi ruang tahanan. Kemudian juga ini berpengaruh pada kesehatan. Mereka, ada istilahnya, berebut napas di dalam lapas, sehingga berpengaruh kepada kesehatan.

Beberapa upaya yang dilakukan, di antaranya asimilasi di rumah dengan mekanisme dan prosedur bagi mereka yang akan bebas 6 bulan ke depan. Tidak digeneralisir. Ini hanya untuk kasus pidana umum dan dibatasi, tidak berlaku untuk residivis.

Kami juga melakukan pemenuhan hak-hak ini secara online. Hak-hak bersyarat.

Terkait overkapasitas ini, satu saya minta, tolong PP 99 dihapuskan. Kenapa? Kita tahu kasus narkoba yang hukumannya di atas 5 tahun ada 70 persen. Kalau pun tidak bisa dihapuskan, tolong direvisi, sehingga berkurang penghuni lapas itu.

Pada pandemi Covid-19, bagaimana prosedur kunjungan di lapas?

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
439 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved