Cari Jitu Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak Kita, Orang Tua Harus Bisa Menjadi Sahabat

Mengatasi anak kecanduan gadget berbeda antara masih anak dan usia remaja. penggunaan gadget di kalangan anak-anak maupun remaja semakin berlebihan

Editor: Rahimin
istimewa
Cari Jitu Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak Kita, Orang Tua Harus Bisa Menjadi Sahabat 

Cari Jitu Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak Kita, Orang Tua Harus Bisa Menjadi Sahabat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mengatasi anak kecanduan gadget berbeda antara masih anak-anak dan usia remaja.

Ketika anak masih anak-anak orang tua harus tetap menjadi orang tua dan ketika anak dewasa orang tua harus menjadi teman.

Selama masa Pandemi Covid-19 seluruh proses pembelajaran menggunakan metode online, mulai dari anak Paud, TK, SD, SMP, SMA maupun universitas.

Akibat dari hal tersebut, penggunaan gadget di kalangan anak-anak maupun remaja semakin berlebihan dan di luar kontrol orang tua.

Untuk mengatasi hal tersebut, antara anak-anak dan remaja tidak bisa menggunakan cara yang sama, harus mengguankan cara yang berbeda. 

Hal ini dikatakan Rifka Nadiyah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi.

"Cara menghentikan kecanduan gadget untuk anak remaja itu, orang tua harus bisa menjadi sahabat, berbicara dengan bahasa yang bisa diterima anak," katanya.

"Pada usia remaja, anak sudah mengerti dampak penggunaan gadget yabg berlebihan, hanya saja tidak memperdulikan hal tersebut, anak harus bisa mengubah mindset nya dengan dibantu orang tua, harus tau mana waktu prioritas dan mana saat nya main smart phone, jangan seharian dihabiskan main smart phone," sambungnya.

Sedangkan untuk anak-anak, orang tua harus tetap menjadi orang tua, tetap tegas kepada anak, dan dimasa-masa ini peran orang tua harus ekstra dalam mengawasi anak.

"Sedangkan untuk anak-anak orang tua harus benar-benar tegas dengan anak, anak harus diajarkan konsisten dan konsekuensi. Anak juga harus terus dikasi edukasi dampak buruk dan manfaat gadget, mungkin dengan edukasi ini satu kali ataupun dua kali belum bisa di terima anak, tapi memang harus terus menerus agar menjadi pola hidup sehat juga buat anak," lanjutnya

Selain itu, menyangkut anak antara ibu dan ayah harus satu suara dalam mengambil keputusan dalam melarang anak terutama dalam bermain gadget, karena jika tidak itu juga akan berdampak buruk bagi anak.

"Dampak buruk bagi anak jika orang tua berbeda suara, anak akan selalu mencoba mengambil keuntungan di mana dia bisa dapatkan apa yang dia mau. Misalnya, jika ibu melarang dan ayah membolehkan, anak akan selalu meminta pada ayah, bahkan jika ayah mulai melarang dia akan mulai nangis untuk menarik perhatian agar di perbolehkan si ayah, dan ini tidak bagus," tambahnya.

Cara memberitahu anak juga tidak boleh kasar ataupun mengguankan kekerasan, tidak sedikit juga semakin keras orang tua maka anak akan semakin keras pula. 

"Orang tua tidak boleh kasar tapi orang tua boleh tegas, ketika anak masih masa pertumbuhan orang tua harus jadi orang tua dan ketika anak dewasa orang tua harus jadi teman," ujarnya.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Ratu Munawaroh Bangkit dari Keterpurukan: Kita Punya Allah Bukan Siapa-siapa (1)

Baca juga: Wawancara Eksklusif Tagor Mulia Nasution, Sungai di Jambi Kondisinya Sudah Memprihatinkan

Ketika anak bermain gadget, orang tua harus ikut memantau, dan waktu ideal anak bermain gadget ialah ketika orang tua memiliki waktu bersantai sambil mengawasi anak.

Bisa setelah makan malam keluarga, lagi duduk bersantai, dari pukul setengah 8 hingga pukul 8, dan anak tetap dalam pengawasan orang tua.(Tribun Jambi/Ade Setyawati)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved