Kisah Pemuda Asal Olak Kemang Kuliah di Rusia Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

Pemuda asal Olak Kemang yang kini diamanahkan sebagai ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi ini mesti menempuh perjalanan sekitar 17 jam ke Rusia.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Teguh Imanullah (kanan) saat hadir di program Mojok Tribun 

Teguh: Keindahan Islam itu sendiri. Jaringan Islam, atau ukhwah Islam itu kental banget di sini. Kalau kita di sana kan biasa, kalau di sini itu beda. Benar-benar terasa banget sebagai seorang muslim. Kadang saya juga ditanya, kamu kenapa percaya pada Tuhan? Kenapa puasa? Kenapa salat? Itu akhirnya memperkuat, mempertajam iman kita juga.

Itu yang saya temukan di sini. Benar-benar menggugah perasaan bahwa, kita sebagai muslim harus tahu apa yang kita imani.

Pertanyaan itu jarang terlontar di Jambi. Tapi di sini, mereka cukup rasional, mengapa harus melakukan ini. Itu yang jadi refleksi, kita harus tahu apa yang kita lakukan, kenapa, dan secara sadar. Itu satu di antara yang tidak saya temukan di Indonesia, tapi saya temukan di Rusia.

Ada berapa mahasiswa muslim Indonesia di Bilgord?

Tegu: Saya sendiri. Hanya satu mahasiswa Jambi di Bilgord. Jadi kami (mahasiswa Jambi-Indonesia) tersebar di beberapa tempat, dan itu juga memperkuat jaringan orang-orang Jambi karena Rusia ini luas banget. Rusia ini  satu negara dengan sembilan zona waktu.

Pernahkah antara orang Jambi di Rusia saling bertemu? Bagaimana komunikasinya?

Teguh: Pernah, biasanya di Moscow. Tapi kadang-kadang juga kami kunjungi, misalnya ke Kazan. Kalau ketemu, pakai Bahasa Jambi dong.

Memasuki tahun-tahun akhir kuliah. Ke depan ada strata lebih tinggi. Punya gambaran ke depan nanti mau apa?

Teguh: Saat ini rencana terdekat lulus dulu, karena itu cukup sulit. Sebenarnya, rencana awalnya pengin lanjut di Rusia, karena saya merasa ilmu di Rusia ini luas banget, dan banyak hal yang belum terjamah, jadi pengin lanjut lagi. Cuma masih belum tahu, tapi plannya seperti itu. Juga ada rencana untuk kerja.

Baca juga: VIDEO Kapten Vincent Raditya Murka dan Umbar Bukti Istrinya Selingkuh

Untuk tradisi Ramadan di sana, apa ada kegiatan yang spesial?

Teguh: Di sini tidak ada kegiatan spesial. Paling salat, ngaji. Tidak ada yang spesial, semua seperti biasa. Yang kurang di sini orang untuk muarajaah, dan cuma terjadi di masjid, itu pun waktunya singkat banget. Puasa di sini itu 19 jam. Jadi, waktunya (di luar jam puasa) itu singkat banget.

Apa agenda IDM selama Ramadhan tahun ini?

Teguh: Untuk saat ini agenda kita kemarin habis acara goes campus, secara online, kita undang dari beberapa negara. Ada 18 negara dari jenjang S1, S2, S3. Sekarang masih menyusun beberapa kegiatan juga. Tapi untuk Ramadan ini kita fokus ke kegiatan-kegiatan internal, belum ada kegiatan yang luas. Tapi kalau teman-teman mau tau kegiatan selanjutnya, ikuti terus akun @idmjambi.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan AJ)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved