Kisah Pemuda Asal Olak Kemang Kuliah di Rusia Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

Pemuda asal Olak Kemang yang kini diamanahkan sebagai ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi ini mesti menempuh perjalanan sekitar 17 jam ke Rusia.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Teguh Imanullah (kanan) saat hadir di program Mojok Tribun 

Info-info beasiswa dan sekolah di luar negeri terbuka atau kita sendiri yang harus rajin mencari?

Teguh: Beasiswa itu pada dasarnya banyak nian. Tapi sekarang kita sedang aktif di instagram. Kita bisa follow akun-akun (yang menginformasikan kuliah luar negeri).

Sekarang yang menjadi sumber informasi selain berita, itu adalah instagram. Di sana banyak banget informasi.

Apakah itu ekslusif? Enggak juga. Kadang juga dari grup-grup WA kita saling share. Tapi satu di antara faktor terbesarnya saat ini lebih kepada alumni. 

Alumni di sini bisa mengarahkan, walau pun tidak bisa menggaransi.

Sebelum Covid-19, IDM Jambi bikin IDM Goes to School, juga ada IDM Goes to School and Campus, jadi teman-teman bisa langsung lihat bagaimana kuliah di negara-negara luar ini.

Ketika sampai di sana, banyak hal baru yang diperoleh. Di sana ada budaya-budaya baru yang berbeda dari Jambi. Apa yang dirasakan berbeda?

Teguh: Ada dua hal yang masih terngiang-ngiang. Pertama, dingin, padahal sudah beli jaket. Kedua, bahasa di sini pakai bahasa Rusia semua. Saya cuma tahu huruf-hurufnya, karena sempat diajari senior sebelum berangkat.

Kalau makanan, saya termasuk orang yang tidak pilih makanan, ya. Di sini orang tidak familiar dengan makan nasi banyak. Di sini nasi secukupnya, cuma banyak lauk dan salad. Awalnya tidak ada rasanya, sampai akhirnya terbiasa.

Baca juga: Peran Dewan Milenial dalam Pembangunan Daerah, Masyarakat Benci dengan Janji-janji Palsu

Butuh berapa lama menyesuaikan diri?

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved