Kisah Pemuda Asal Olak Kemang Kuliah di Rusia Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

Pemuda asal Olak Kemang yang kini diamanahkan sebagai ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi ini mesti menempuh perjalanan sekitar 17 jam ke Rusia.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Teguh Imanullah (kanan) saat hadir di program Mojok Tribun 

Kisah Pemuda Asal Olak Kemang Kuliah di Rusia Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Melanjutkan studi di luar negeri memberikan pengalaman tersendiri bagi Teguh Imanullah, mahasiswa jurusan Nanoteknologi di Belgorod State National Research University.

Pemuda asal Olak Kemang, Kota Jambi yang kini diamanahkan sebagai ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi ini mesti menempuh perjalanan sekitar 17 jam ke Rusia.

Bagaimana kisahnya sejak 2016 lalu di Kota Belgorod? Apa saja perbedaan Ramadan di Jambi dengan di sana?
Tribuners, mari simak petikan wawancara Tribun Jambi bersama Teguh Imanullah berikut.

Kenapa memilih kuliah di Rusia? Apa motivasinya?

Teguh: Sebenarnya dari kecil pengin kuliah di luar negeri. Waktu di MAN Insan Cendikia Jambi, kita dipadatkan dengan berbagai kegiatan, padahal sempat daftar beasiswa sana-sini, tapi karena memang mepet dan tidak terlalu fokus, akhirnya terbengkalai.

Alhamdulillah, sempat lulus di Undip (Universitas Diponegoro) dan sempat setahun di sana. Saya sempat juga cari beasiswa.

Melihat Rusia, khususnya negara dengan kemajuan teknologi luar biasa, itu juga yang menjadi pertimbangan saya untuk ke Rusia.

Perkembangan material, Rusia juga termasuk yang terdepan dibandingkan negara-negara lain juga. Itu juga yang memotivasi saya untuk belajar nanomaterial.

Saya belajar nanomaterial itu tahunya dari Undip. Awalnya saya pengin masuk kedokteran, tapi setelah saya kuliah di Kimia, Undip, saya pikir ternyata nanomaterial seru karena saya juga suka kimia. Akhirnya, oke, saya pilih di Rusia.

Baca juga: Saat Pedagang Kue Kering di Pasar Jambi Bertahan di Kala Pandemi, Kini Merambah ke Penjualan Online 

Info-info beasiswa dan sekolah di luar negeri terbuka atau kita sendiri yang harus rajin mencari?

Teguh: Beasiswa itu pada dasarnya banyak nian. Tapi sekarang kita sedang aktif di instagram. Kita bisa follow akun-akun (yang menginformasikan kuliah luar negeri).

Sekarang yang menjadi sumber informasi selain berita, itu adalah instagram. Di sana banyak banget informasi.

Apakah itu ekslusif? Enggak juga. Kadang juga dari grup-grup WA kita saling share. Tapi satu di antara faktor terbesarnya saat ini lebih kepada alumni. 

Alumni di sini bisa mengarahkan, walau pun tidak bisa menggaransi.

Sebelum Covid-19, IDM Jambi bikin IDM Goes to School, juga ada IDM Goes to School and Campus, jadi teman-teman bisa langsung lihat bagaimana kuliah di negara-negara luar ini.

Ketika sampai di sana, banyak hal baru yang diperoleh. Di sana ada budaya-budaya baru yang berbeda dari Jambi. Apa yang dirasakan berbeda?

Teguh: Ada dua hal yang masih terngiang-ngiang. Pertama, dingin, padahal sudah beli jaket. Kedua, bahasa di sini pakai bahasa Rusia semua. Saya cuma tahu huruf-hurufnya, karena sempat diajari senior sebelum berangkat.

Kalau makanan, saya termasuk orang yang tidak pilih makanan, ya. Di sini orang tidak familiar dengan makan nasi banyak. Di sini nasi secukupnya, cuma banyak lauk dan salad. Awalnya tidak ada rasanya, sampai akhirnya terbiasa.

Baca juga: Peran Dewan Milenial dalam Pembangunan Daerah, Masyarakat Benci dengan Janji-janji Palsu

Butuh berapa lama menyesuaikan diri?

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
425 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved