Saat Pedagang Kue Kering di Pasar Jambi Bertahan di Kala Pandemi, Kini Merambah ke Penjualan Online 

Pedagang kue kering di Pasar Jambi, Kota Jambi, Aldi sesekali sibuk menata toples kue di kios dagangan yang bergabung dengan penjual pakaian anak.

Editor: Rahimin
tribunjambi/Monang Widyoko
Pedagang kue kering di Pasar Jambi. Saat Pedagang Kue Kering di Pasar Jambi Bertahan di Kala Pandemi, Kini Merambah ke Penjualan Online 

Saat Pedagang Kue Kering di Pasar Jambi Bertahan di Kala Pandemi, Kini Merambah ke Penjualan Online 

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Di saat Pandemi Covid-19 masih melanda, pedagang kue kering di Pasar Jambi, Kota Jambi masih tetap bertahan.

Termasuk Aldi, seorang penjual kue kering.

Ditemui Tribunjambi.com, Rabu (28/4/2021), sesekali sibuk menata toples kue di kios dagangan yang bergabung dengan penjual pakaian anak.

Aldi mengatakan, jelang Hari Raya Idul Fitri kali ini dirinya masih mengalami penurunan penjualan. 

"Semenjak pandemi datang 2020 lalu, penjualan saya menurun. Sampai sekarang juga belum ada peningkatan," ungkapnya.

Meski pengunjung pasar cukup ramai, namun tak banyak pembeli yang datang. Aldi pun berteriak seraya menawarkan kue dagangannya guna mengundang pembeli.

Pria bertubuh kurus tinggi ini tidak lelah terus menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang lewat meski dirinya menjalan ibadah puasa.

"Harus dipanggil, setidaknya orang yang lewat melihat kue yang saya jual. Mungkin karena biasa ya teriak-teriak gini, jadi saya saat puasa tidak merasakan capek," bebernya.

Keadaan pandemi ini pun dirinya mau tidak mau harus mengurangi jenis kue kering yang ia tawarkan. Aldi bilang, sebelum Pandemi Covid-19 dirinya menjual 20-25 jenis kue kering.

"Kalau tidak ada Covid-19, dulu saya jual 20-25 jenis. Sekarang 10 jenis saja lakunya susah," imbuhnya.

Aldi mengatakan penjualan jelan Lebaran 2021 ini belum ramai seperti biasanya saat sebelum ada Pandemi Covid-19.

Namun, setidaknya dirinya sudah mulai merasakan adanya perbaikan jika dibandingkan dengan jelang Lebaran 2020 lalu.

"Dulu sebelum pandemi bisa saya jual itu 40-45 toples per hari. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini setidaknya lebih baiklah. Intinya setiap hari ada saja yang beli," kata Aldi.

Meski keadaan pandemi Aldi mengalami penurunan pendapatan, dirinya pun tak habis akal. Saat ini ia mulai merambah ke penjualan online.

"Semenjak pandemi inilah, saya mulai mainan Facebook dan jual kue kering ini ke Marketplace. Teman-teman saya sih mengajari. Awalnya Facebook tidak pernah saya pakai buat jualan ini, paling kalau mau jual HP atau barang lainnya baru saya jual di sana," katanya.

Baca juga: Husni Jamal Membuat Kompilasi Bahasa Seberang, Inventarisasi Kosakata Lebih dari 10 Tahun

Baca juga: VIDEO Kapten Vincent Raditya Murka dan Umbar Bukti Istrinya Selingkuh

Di Marketplace pun ia menjual kue keringnya dengan harga yang sama seperti ia jual lagsung di pasar.

"Harga kue sama. Di sini harga kue mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 45.000," jelasnya.

Dirinya pun berharap agar pandemi ini cepat usai. Serta penjualannya dapat bertambah.

"Ya harapannya semoga pandemi corona ini cepat hilanglah. Supaya dagangan juga makin meningkat penjualannya," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Widyoko)
 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved