Peran Dewan Milenial dalam Pembangunan Daerah, Masyarakat Benci dengan Janji-janji Palsu

Menjadi anggota dewan sejak usia 23 tahun pada 2019 lalu membuat Satria Tubagus Ryan Hermawan harus menghadapi sejumlah tantangan.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Satria Tubagus Ryan Hermawan (kanan) saat hadir di acara Mojok Tribun. Peran Dewan Milenial dalam Pembangunan Daerah, Masyarakat Benci dengan Janji-janji Palsu 

Peran Dewan Milenial dalam Pembangunan Daerah, Masyarakat Benci dengan Janji-janji Palsu

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Menjadi anggota dewan sejak usia 23 tahun pada 2019 lalu membuat Satria Tubagus Ryan Hermawan harus menghadapi sejumlah tantangan.

Duduk di Komisi III DPRD Tanjung Jabung Barat, dewan dari Dapil IV, Kecamatan Tebing Tinggi, Batang Asam, dan Tungkal Ulu ini menangani bidang infrastruktur dan kesejahteraan sosial.

Kisahnya menjadi dewan milenial dituturkannya dalam wawancara ekslusif bersama Tribun Jambi, yang dapat disimak dalam petikan berikut.

Sebelum menjadi anggota dewan, background Anda sebagai apa?

Tubagus: Kalau sebelum di dewan, saya kuliah dulu sambil kerja. Ketika mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, saya melakoni tiga aktivitas: anggota DPRD, kuliah, sama kerja. Alhamdulillah, semua terhendel.

Kenapa terpikirkan menjadi anggota dewan?

Tubagus: Sebenarnya saya sudah lama tertarik di dunia politik. Sejak Jokowi jadi presidenlah, karena saya juga dari PDIP, kan. Tahun 2014 itu merupakan tahun-tahun politiknya naik, mulai viral. Saya tertarik. Tapi mulai tertarik banget jadi anggota dewan itu sejak orang tua tanya, "Bang, kalau Abang jadi anggota dewan, gimana?" Ketika mendengar pertanyaan seperti itu, saya kaget. Sempat enggak yakin. Tapi alhamdulillah, optimis.
Menjadi anggota dewan ini, kalau memang bekerja, banyak manfaatnya. Apa yang menjadi aspirasi, menjadi usulan masyarakat, melalui perpanjangan tangan dewan kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menjadi dewan tentu ada basic dan modal yang membuat percaya diri. Saat mencalonkan diri menjadi anggota dewan, apa yang Abang tawarkan?

Tubagus: Ketika mencalonkan diri menjadi anggota dewan, yang paling penting itu etika dan karakter. Ketika mencalonkan diri, harus siap mental, baik lahir mau pun batin. Ketika siap mencalonkan diri, harus siap dengan risikonya.

Sumber: Tribun Jambi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved