Husni Jamal Membuat Kompilasi Bahasa Seberang, Inventarisasi Kosakata Lebih dari 10 Tahun

Husni Jamal mulai menginventarisasi kosa kata bahasa masyarakat yang berada di Seberang Kota Jambi itu.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Husni Jamal (kanan) saat diwawancarai reporter Tribun Jambi. Husni Jamal Membuat Kompilasi Bahasa Seberang, Inventarisasi Kosakata Lebih dari 10 Tahun 

Ada sekitar 3.500-an lema, bukan kosa kata. Tapi kalau ditambah dengan sublemanya bisa dua kali lipat.

Bagaimana proses Bapak menginventarisasi kosakata- kosakata itu, sehingga Bapak cantumkan dalam blog?

Husni: Saya dapat dari, misalnya, saya bertemu orang Seberang. Nanti ada saya temukan kosakata tertentu yang belum pernah saya dengar, saya catat itu. Saya cari narasumber, tanyakan. Tapi kadang-kadang saya tahu arti dan maknanya, langsung saya catat.

Ada yang menarik dari Bahasa Seberang. Tidak semua Bahasa Seberang itu padananya ke dalam Bahasa Indonesia. Contoh begini, dalam pertandingan bola kaki, orang melakukan tackling, itu kan belum ada Bahasa Indonesianya.

Di Seberang sudah ada, disetung namanya. Saya berharap Bahasa Seberang juga bisa berkontribusi terhadap perbaikan Bahasa Indonesia. Masih banyak yang perlu kita gali lagi.

Saya sempat membaca blog yang Bapak buat. Ada yang menarik dari penjelasan dialek yang Bapak terangkan. Misalnya, ada pelafalan e tebal dan e tipis. Itu seperti apa maksudnya, Pak?

Husni: Ada beberapa kosakata yang beda maknanya, tapi dalam Bahasa Indonesia sama tulisannya. Misalnya serak dengan e tipis artinya serak di tenggorokan, dan serak dengan e tebal artinya disebar, berserakan.
Ada juga perbedaan antara i dengan e, antara u dengan o. Orang Seberang itu huruf r-nya terdengar bergetar. Ada isolek yang unik di dalam Bahasa Jambi Seberang.

Baca juga: Ini Daftar 13 Desa di Kabupaten Tebo Bakal Dimekarkan Dijabat Kades Sementara

Menariknya, beberapa kosakata juga sudah masuk dalam Kamus Budaya Jambi yang diterbitkan Kantor Bahasa Provinsi Jambi tahun lalu. Ada berapa kosakata?

Husni: Ini sebagian kecil saja. Bahasa Seberang itu ada juga yang artinya sama dengan Bahasa Indonesia. Dalam kompilasi yang saya buat sebagian saya cantumkan, biar orang tau ada kosakata yang juga sama dengan Bahasa Indonesia.

Apa yang menjadi keunikan dari Bahasa Seberang?

Husni: Salah satu yang unik dari Bahasa Seberang itu adalah dialeknya. Walaupun ada yang bisa Bahasa Seberang, tapi tidak bisa dialeknya, itu akan ketahuan.

Bapak sempat menyebutkan adanya bebahaso yang mirip dengan kromo dalam istilah Jawa. Apa ada pengaruh budaya Jawa terhadap penuturan Bahasa Seberang halus?

Husni: Bisa jadi, iya. Dugaan saya, iya. Misalnya, kulo itu Bahasa Jawa. Sebagian besar bahasa halus ini mirip Bahasa Jawa. Saya pengin ada kajian lebih mendalam lagi mengenai Bahasa Seberang ini, karena ini salah satu aset budaya Kota Jambi.

Saya berharap ada kepedulian pihak-pihak terkait, agar bahasa ini tidak punah. Saat ini kan, pelestari Bahasa Seberang paling tua adalah generasi di atas saya yang usianya sudah 80-an ke atas. Kalau orang-orang ini sudah meninggal, saya khawatir perlahan-lahan akan hilang. Generasi saya ini sudah tidak seasli mereka lagi Bahasa Seberang-nya. Jambi ini kaya bahasa, hanya saja kita yang belum serius.

Baca juga: Daftar 13 Desa di Kabupaten Tebo Bakal Dimekarkan Dijabat Kades Sementara

Apa harapan Bapak ke depannya terkait pelestarian bahasa di Provinsi Jambi, khususnya di Jambi Seberang?

Husni: Saya berharap pemerintah daerah lebih peduli lagi dengan semua bahasa yang ada di Provinsi Jambi ini. Nah, khusus untuk Bahasa Seberang, saya berkeinginan adanya studi ilmiah, karena yang saya lakukan ini hanya membuka jalan saja, tidak berdasarkan latar belakang keilmuan karena saya bukan ahli bahasa. Kita lakukan studi ilmiah untuk melihat Bahasa Jambi Seberang yang sesungguhnya. Studi ilmiah inilah yang perlu dipelopori oleh pemerintah daerah.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
420 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved