Inovasi Resam Dari Muarojambi Diharapkan Bisa Dipasarkan Hingga Mancanegara

Resam adalah tumbuhan liar atau gulma yang hidup di sekitar perkebunan karet yang ada beberapa wilayah Provinsi Jambi.

Editor: Rahimin
tribunjambi/hasbi sabirin
Pengrajin Resam di Kabupaten Muarojambi. Resam adalah tumbuhan liar atau gulma yang hidup di sekitar perkebunan karet yang ada beberapa wilayah Provinsi Jambi. 

Inovasi Resam Dari Muarojambi Diharapkan Bisa Dipasarkan Hingga Mancanegara

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Resam adalah tumbuhan liar atau gulma yang hidup di sekitar perkebunan karet yang ada beberapa wilayah Provinsi Jambi.

Termasuk Kabupaten Muarojambi, juga  daerah yang ditumbuhi resam ini dimanfaatkan masyarakat untuk membuat berbagai jenis produk olahan kerajinan tangan yang memiliki inovasi dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Beberapa inovasi dari kerajinan tangan yang diolahkan dari bahan resam itu  seperti alas duduk untuk berbagai jenis merk mobil, serta membuat berbagai jenis fashion seperti tas, topi, ikat pinggang, sendal, gelang dan cincin.

Tak hanya anyaman dari resam ini juga untuk memperindah home dekoration seperti lampu hias, tirai jendela, tirai pintu, taplak meja dan sebagainya.

Hal itu dikatakan Murtadon Izhar, Kepala Desa Kedotan Kecamatan Sekenan, Kabupaten Muarojambi sekaligus koordinator serta inisiator pembuatan kerajinan tangan dari olahan resam antar desa dan Kabupaten se-Provinsi Jambi.

Hasil dari Pengrajin Resam di Kabupaten Muarojambi.
Hasil dari Pengrajin Resam di Kabupaten Muarojambi. (tribunjambi/hasbi sabirin)

Menurutnya, selama ini permasalahan UMKM tidak mampu memenuhi permintaan pasar, sesuai dengan informasi yang diterima dari direktur pengembangan ekspor dirjen Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia.

Sebelumnya, ia bersama tim koordinasi sudah menyampaikan tentang kerajinan resam ini ke direktur pengembangan produksi ekspor di Jakarta.

"Dari situ dengan inisiatif sendiri saya membangun kerja sama antar pedesaan se-Kabupaten di Provinsi Jambi untuk pengembangan berbagai produk olahan kerajinan resam ini untuk dipasarkan," kata Murtadon Izhar belum lama ini.

Baca juga: VIDEO Detik-detik Kilang Minyak Milik Pertamina di Indramayu Meledak dan Terbakar

Baca juga: Wawancara Eksklusif Berlian Santoso Bicara Potensi Bisnis dan Pariwisata, Dorong City Branding

Menurutnya, jika ini berjalan dengan baik Insya Allah kesejahteraan masyarakat akan meningkat terutama di daerah pedesaan.

Saat ini Bupati Muarojambi Masnah Busro sangat mendukung secara penuh kegiatan tersebut.

Bahkan bupati siap turun langsung ke pedesaan guna melihat hasil apa yang diharapkan kerja sama dengan kementerian perindustrian dan perdagangan tersebut. 

Dikatakannya kegiatan ini hampir setiap hari dilakukan pelatihan anyaman berbahan baku resam ini, kepada masyarakat Desa Kedotan dalam memaksimalkan UMKM yang ada di desanya, terutama bagi kaum ibu-ibu.

Abdi seorang pelatih kerajinan tangan dari bahan  resam ini juga menyebutkan, pihaknya bekerja sama antar desa se-Kabupaten yang selama ini bermasalah terhadap rendahnya kapasitas produksi UMKM.

Sehingga, dalam kerja sama ini diharapkan antar desa se-Kabupaten Muarojambi bisa menjawab permasalahan tersebut terutama agar bisa memenuhi permintaan pasar dengan jumlah yang sangat banyak.

"Dari hasil itu, tidak hanya dipasarkan di Indonesia, kami akan menjajaki pasar ke berbagai negara benua Eropa seperti Amerika, Asia dan Arab Saudi agar peningkatan ekonomi masyarakat dapat terlaksana dengan baik dalam memenuhi kebutuhan hidup," katanya.

Menurut Abdi potensi resam yang terdapat di Kabupaten Muarojambi serta berbagai daerah di Jambi ini bisa dimanfaatkan agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mengentaskan kemiskinan.

Program ini juga sejalan dengan program pemerintah yang ada di setiap desa dan setiap Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi.(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved