Penututupan Rakornas Imakipsi Sengaja Dilakukan di Candi Muarojambi

Penutupan Rakornas Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (Imakipsi) dilaksanakan Universitas Jambi di Candi Muaro Jambi

Editor: Rahimin
tribunjambi/ade setyawati
Pengambilan video pernyataan sikap perwakilan 24 universitas yang mengikuti Imakipsi di Unja. 

Penututupan Rakornas Imakipsi Sengaja Dilakukan di Candi Muarojambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Ade Setyawati

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (Imakipsi) dilaksanakan Universitas Jambi di Candi Muaro Jambi.

Hal ini untuk memperkenalkan Candi Muaro Jambi kepada universitas lain dan ini kali pertama UNIPA mengikuti Rakornas Imakipsi.

Pengambilan latar belakang pernyataan sikap di Candi Muara Jambi dengan tujuan memperkenalkan dan mengangkat peninggalan sejarah yang ada di Jambi kepada mahasiswa yang hadir. 

Kegiatan terkahir Imakipsi di candi Muaro Jambi ini ialah untuk menyatakan sikap, menyatakan sikap untuk terus mengawal isu-isu pendidikan di seluruh daerah di Indonesia.

"Kegiatan terakhir dilaksanakan di Candi Muaro Jambi, untuk mengangkat dan memperkenalkan candi Muaro Jambi kepada teman-teman yang lain. Kami juga menyatakan sikap bahwasanya Imakipsi, menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami konsisten melakukan pengawalan isu pendidikan," kata Refordiansyah, Ketua Umum Imakipsi dari Unja.

Yang menjadi sorotan Imakipsi dibidang pendidikan ialah permasalahan insfratruktur, sarana-prasarana, pemerataan pendidikan dan juga peta jalan pendidikan nasional (PJPN).

Dari 24 Universitas secara luring dan 128 universitas secara daring, permalahaan berbeda-beda dan yang banyak menyuarakan keluhan dari daerah perbatasan. 

"24 universitas hadir secara Kuring dan 128 universitas hadir secara daring. Yang paling banyak menyampaikan keluhan ialah dari daerah perbatasan yaitu Kalimantan dan Papua, yang dirasa perlu di suarakan ketingkat nasional," katanya.

Tahun ini, merupakan keikutsertakan Universitas Papua (UNIPA), untuk pertama kalinya karena keterbatasan informasi yang didapat.

"Ini kali pertama Universitas Papua (UNIPA) mengikuti Imakipsi, banyak hal yang di dapat di sini. Saya dan teman-temn senang bisa menyuarakan keluhan di UNIPA. Seebelumnya bukan karena tidak mau bergabung tapi karena memnag tidak tau kalau ada Imakipsi," jelas Rivaldo, peserta Imakipsi perwakilan dari UNIPA.

Baca juga: Kisah Rahma Yuniarsih Penulis Milenial dari Jambi Yang Bertekad Suarakan Perempuan Hebat

Baca juga: Melihat Nasib Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Yang Dibiarkan Terbengkalai

Baca juga: VIDEO: Lumpuh Sejak Usia 9 Bulan, Anak di Muarojambi Butuh Uluran Tangan Dermawan

Ia berharap ke depan agar ada penyetaraan pendidikan dan apa yang telah di sampaikan di forum Imakipsi ada tindak lanjutnya.

"Yang disampaikan itu, selama ini pendidikan di Papua tertinggal, belum ada penyamarataan dari Sabang sampai maraoke, harapan saya kedepannya melalui Imakipsi aspirasi-aspirasi dari Papua Barat dart tersampaikan dan ada tindak lanjutnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved