Kisah Rahma Yuniarsih Penulis Milenial dari Jambi Yang Bertekad Suarakan Perempuan Hebat

Rahma Yuniarsih pernah merasa tersakiti oleh lingkungan sekitar, dan tumbuh menjadi sosok kuat.

Editor: Rahimin
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Rahma Yuniarsih. Kisah Rahma Yuniarsih Penulis Milenial dari Jambi Yang Bertekad Suarakan Perempuan Hebat 

Kisah Rahma Yuniarsih Penulis Milenial dari Jambi Yang Bertekad Suarakan Perempuan Hebat

TRIBUNJAMBIWIKI.COM,JAMBI - Rahma Yuniarsih, seorang penulis asal Jambi.

Rahma Yuniarsih pernah merasa tersakiti oleh lingkungan sekitar, dan tumbuh menjadi sosok kuat.

Kini Rahma Yuniarsih sudah menghasilkan 11 karya tulis yang dibukukan.

Rahma Yuniarsih belajar dari kisah seorang ibu yang dapat bertahan, dan kurangnya dukungan orang terdekat justru tidak membuatnya gentar.

Rahma Yuniarsih ingin melabelkan diri untuk mengedepankan perempuan pada setiap tulisannya.

Baca juga: Melihat Nasib Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Yang Dibiarkan Terbengkalai

Baca juga: Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Tembesi Harusnya Dijaga dan Dijadikan Wisata Edukatif

Dia ingin perempuan-perempuan yang membaca bisa mendapat kekuatan, dan terinspirasi untuk kuat menjadi sosok yang serba banyak tuntutan.

"Sebenernya kalau cerita ini sedih, tapi orang harus tau. Banyak perempuan hebat yang kita temui, terutama ibu kita. Saya jujur, saya adalah anak broken home. Dan saya sering dikatain nggak punya ayah, dannggak akan mampu ngapa-ngapain," kata Rahma Yuniarsih  sembari menangis ketika ditanyai hal mendasar tentang fokus tulisannya beberapa waktu lalu.

Tetapi melihat ibunya kuat, mampu melakukan apapun. Ternyata, tekadnya mengalahkan kata-kata orang bahwa perempuan tanpa laki-laki tak bisa apa-apa. Atau anak tanpa ayah tak bisa sukses.

Sedari kecil Rahma Yuniarsih bukan termasuk anak yang patuh terhadap peraturan. Itu juga satu di antara karakteristik serta latar belakang hidup yang dia alami.

Rahma Yuniarsih, Penulis muda asal Jambi
Rahma Yuniarsih, Penulis muda asal Jambi (tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Namun, Rahma Yuniarsih memiliki prinsip mampu membuktikan besar diluar dugaan banyak orang, ketika orang mencoba untuk meremehkannya.

Rahma Yuniarsih merupakan anak yang suka membaca. Sedari kecil suka membaca tulisan apapun, dari lembaran atau buku manapun.

Bahkan, tak segan-segan dia membaca buku sang tante. Walaupun belum tentu mampu mengonsumsi kualitas bacaan tersebut.

Pertama mulai menulis karya, yaitu berawal dari menulis curhatan di buku diary.

Baca juga: Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Bisa Dijadikan Cagar Budaya

Baca juga: Bangunan Bersejarah Benteng Tembesi Bisa Ditata Lebih Baik dan Menjadi Ruang Publik

Kemudian ketika mengenyam pendidikan pesantren yang tak lama, dengan segala keterbatasan akses, dia menulis cerita-cerita di buku tulis.

Rahma Yuniarsih mulai menyodorkan karyanya ketika masih bersekolah SMA sederajat. Namun penolakan-penolakan sering ia dapatkan.

Rahma Yuniarsih pantang mundur  dan yakin ada banyak cara yang belum dilalui. Tentunya satu di antara cara tersebut membawa peluang untuknya.

Saat ini Rahma Yuniarsih sudah sering mengisi acara bedah buku, mulai ada permintaan penulisan cerita rakyat, dan undangan lain yang membuatnya terus berkembang. (TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved