Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Bisa Dijadikan Cagar Budaya

Di Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Seperti Benteng Tembesi.

tribunjambi/musawira
Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang ada di Muara Tembesi, Batanghari. 

Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Bisa Dijadikan Cagar Budaya

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, BATANGHARI - Di Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Seperti Benteng Tembesi.

Akademisi Universitas Jambi (Unja) yang juga Dosen Arkeologi, Ari Mukti Wardoyo Adi menjelaskan, reruntuhan di kawasan ini memang sedang terancam.

Aktifitas penambangan di sungai, dapat berpengaruh pada kondisi sungai yang mendukung terjadinya abrasi.

Baca juga: Melihat Nasib Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Yang Dibiarkan Terbengkalai

Baca juga: Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Tembesi Harusnya Dijaga dan Dijadikan Wisata Edukatif

"Namanya pertambangan, kan dapat mengambil sedimen yang ada di dasar sungai. Ketika dasar sungai diambil, itu akan mudah longsor. Didukung pula arus sungai. Tanahnya di sana merupakan endapan," katanya kepada Tribunjambi belum lama ini. 

Supaya abrasi tidak terjadi kembali, pembangunan dinding dapat dilakukan. Jika sudah dibangun, dinding tersebut diharapkan dapat menahan tebing sungai, sehingga bangunan di tepi sungai, tidak lagi amblas. 

"Untuk meminimalisir erosi di pinggir sungai, setahu saya bisa dibangun sheer-pile untuk menahan tepi sungai. Ada yang terbuat dari beton dan besi. Ini yang sekarang digunakan di Candi Bumi Ayu, Sumsel,” kata Ari.

Bangunan bersejarah yang ada di Muara Tembesi, Batanghari.
Bangunan bersejarah yang ada di Muara Tembesi, Batanghari. (tribunjambi/musawira)

Ari mengatakan, sebelum upaya perlindungan dilakukan, Pemerintah Provinsi Jambi dapat merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Cagar Budaya. 

Setelah itu, pemerintah setempat dapat membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk mengkaji, sekaligus mengajukan kawasan peninggalan kolonial ini, supaya menjadi Cagar Budaya.

Baca juga: VIDEO: Lumpuh Sejak Usia 9 Bulan, Anak di Muarojambi Butuh Uluran Tangan Dermawan

Baca juga: Pelopor Anti Narkoba Bergerak Kurang Maksimal Memberikan Penyuluhan Saat Pandemi Covid-19

"Di situ pelindungan saja belum ada. Bahkan kalau mau disinggung peraturan yang melindungi peninggalan tersebut tidak ada. Baru sebatas undang-undang Cagar Budaya dari pusat. Jambi sendiri belum ada Perda yang secara khusus membicarakan bagaimana melindungi Cagar Budaya," katanya. 

Jika sudah menjadi Cagar Budaya, barulah kawasan peninggalan kolonial ini, dapat memasuki tahap pelestarian yang meliputi pelindungan, pemanfaatan dan pengembangan. (musawira/tribunjambi)

Ikuti kami di
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved