Bangunan Bersejarah

Benteng Tembesi Bisa Ditata Lebih Baik dan Menjadi Ruang Publik

Ketua Program Studi Arkeologi Unja, Asyhadi Mufsi Sadzali menyampaikan aspek yang dianggap penting dari keberadaan peninggalan Belanda seperti di Muar

Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang ada di Muara Tembesi, Batanghari. 

Bangunan Bersejarah Benteng Tembesi Bisa Ditata Lebih Baik dan Menjadi Ruang Publik

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, BATANGHARI - Perlunya berangkat dari melihat fungsi masa lalu. Bagaimana kedudukan atau peran dimasa kini dan dimasa mendatang.

Tentu dengan adanya peninggalan ini tidak hanya memberikan manfaat dibidang edukasi, namun juga menguatkan identitas masyarakat khususnya masyarakat batanghari.

Ketua Program Studi Arkeologi Unja, Asyhadi Mufsi Sadzali menyampaikan aspek yang dianggap penting dari keberadaan peninggalan Belanda seperti di Muara Tembesi.

Baca juga: Melihat Nasib Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Muara Tembesi Yang Dibiarkan Terbengkalai

Baca juga: VIDEO: Lumpuh Sejak Usia 9 Bulan, Anak di Muarojambi Butuh Uluran Tangan Dermawan

Kata Asyhadi, yang terpenting adalah manfaat bagi kesajahteraan ekonomi, sehingga masyarakat itu lebih dekat kepada peninggalan sejarah kalau memberikan manfaat secara langsung.

“Yang perlu digali dari potensinya di sana adalah loji (kantor dagang) sebagai tempat dari perdagangan bangsa Belanda pada masa itu artinya adanya pusat perekonomian,” kata Asyhadi.

Ia menyatakan ada beberapa wilayah di luar Jambi seperti di Jawa dan di Bali yang sudah bagus pariwisatanya.

“Misalnya di Jawa Barat, Bandung yang banyak bangunan kolonial. Mereka kemudian memanfaatkan bangunan itu tidak hanya terkait edukasi sejaraah,” ujarnya.

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang ada di Muara Tembesi, Batanghari.
Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang ada di Muara Tembesi, Batanghari. (tribunjambi/musawira)

Edukasi sejarah sebagai daya tarik utama karena dia punya nilai. Tetapi harus ada daya tarik pendukung, daya tarik pendukung inilah yang memberikan manfaat ekonomi.

Di Bandung, selain bangunan sejarah yang dijelaskan fungsinya pada masa lampau, penting bagi sejarah peradaban.

Namun dijadikan cafe, ruang publik, ruang-ruang kreatif lainya, tentu pemerintah yang mengelola bekerjasama dengan masyarakat dan komunitas.

Baca juga: Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Tembesi Harusnya Dijaga dan Dijadikan Wisata Edukatif

Baca juga: Pelopor Anti Narkoba Bergerak Kurang Maksimal Memberikan Penyuluhan Saat Pandemi Covid-19

“Dalam pandangan saya kondisi sosial budaya masyarakat di Batanghari tentu berbeda dengan yang ada di Bandung. Di Bandung itu memang pusatnya orang berlibur, jadi cafe pun bisa menghidupi bangunan itu sendiri dan masyarakat sekitarnya,” katanya.

Sedangkan, di Batanghari kemungkinan konsumsinya masyarakat lokal, atau juga kabupaten tetangga, Kota Jambi, Muaro Jambi dan Kabupaten Sarolangun.

“Jadi sebenarnya yang bagus di Kawasan Muara Tembesi itu dijadikan ruang publik. Ruang publik ini sifatnya edukasi dan membangun perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang ada di Muara Tembesi, Batanghari.
Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang ada di Muara Tembesi, Batanghari. (tribunjambi/musawira)

Jika bangunan itu ditata dengan baik dan sudah diperbaiki, baru dibuat daya tarik, daya tarik. Misalnya dibuatkan museum, lalu narasi terkait peran bangunan itu dimasa lampau dimunculkan kembali.

Barulah disiapkan panggung dan ruang-ruang publik untuk diskusi dan disiapkan ruang kuliner, ruang pameran seni maka wilayah itu akan hidup.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Nasya Ajak Perempuan Untuk Aktif, Kreatif dan Tidak Mudah Menyerah

Apabila wilayah itu hidup dan ramai maka perekonomian rakyat akan berputar. Di mana ada perkumpulan orang di situ ada perekonomian. Di mana ada perkumpulan orang disitu juga ada tukar-menukar informasi.

Bangunan bersejarah yang ada di Muara Tembesi, Batanghari.
Bangunan bersejarah yang ada di Muara Tembesi, Batanghari. (tribunjambi/musawira)

“Kedua hal yang dibutuhkan, edukasi dalam sejarah masa lampau Batanghari bisa tersampaikan dan perputaran ekonomi dapat berputar yang sifatnya secara langsung tanpa perantara,” pungkasnya.(musawira/tribunjambi)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved