Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Peluang Usaha dan Bagaimana Jambi Dibentuk (habis)

Peluang usaha sebenarnya sangat besar, tergantung bagaimana orang melihat peluang. Hal tersebut yang disampaikan Dr dr H Maulana

Editor: Rahimin
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Wakil Wali Kota Jambi Maulana. Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Peluang Usaha dan Bagaimana Jambi Dibentuk (habis) 

Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Peluang Usaha dan Bagaimana Jambi Dibentuk (habis)

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Peluang usaha sebenarnya sangat besar, tergantung bagaimana orang melihat peluang.

Hal tersebut yang disampaikan Dr dr H Maulana, MKM sebagai Wakil Wali Kota Jambi.

Tribun Jambi berhasil mewawancarainya mengenai peluang usaha, dan bagaimana Kota Jambi akan dibentuk.

Berikut hasil dialog tim Tribun Jambi dengan Wakil Wali Kota Jambi:

Tribun Jambi: Selanjutnya untuk bertahan dan berkembang di era pandemi pada pelaku usaha bagaimana kelanjutannya?

Baca juga: Wawancara Eksklusif Bersama Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Tentang Kota dan Arah Pembangunan (1)

Baca juga: Traffic Penumpang di Bandara Sultan Thaha Mengalami Penurunan Sebesar 71 persen

Maulana: Mencari modal jangan ke rentenir. Karena rentenir kalau diakumulasikan bunganya sangat tinggi, 20 hingga 30%.

Nggak ada bisnis sekarang yang keuntungannya tembus 10 sampai 11 atau 12 persen di tengah pandemi ini.

Jadi pakailah program kredit anti rentenir yang bekerjasama dengan pemerintah Kota Jambi, juga Bank Jambi yang bunganya hanya 3 persen.

Kalau para entrepreneur mulai bergerak dan membantu para pengangguran, maka pertumbuhan ekonomi akan bangkit. Bersama dengan bangkitnya UKM termasuk di dalamnya koperasi.

Kota Jambi sebagai ibukota provinsi, struktur perdagangannya kan memang dari perdagangan dan jasa. Kita tidak punya sumber daya alam.

Untuk bisa bertahan dan berkembang kota ini, kita harus dorong entrepreneur terutama milenial.

Karena gaya hidup, milenial yang suka ngopi mulai berdiri banyak cafe. Pemerintah mendorong, selama sekarang masih pandemi ayo ikuti peraturan.

Tribun Jambi: Mengenai konsep tadi, apakah sudah berjalan atau sedang digodok?

Maulana: Sebenarnya konsep ini sudah berjalan, cuma namanya saja yang berbeda.

Dahulu program tersebut di Bank Jambi namanya kredit bank Jambi. Sekarang namanya kredit anti rentenir.

Konsepnya sama yaitu memberikan akses permodalan. Ditujukan untuk semua pelaku UMKM termasuk koperasi.

Kemudian digitalisasi dahulu juga sudah ada, namun dahulu belum masif. Karena dahulu belum ada pandemi, butuh apa-apa langsung mendatangi tempatnya.

Tetapi sekarang kan mendesak, kalau kita tidak bergabung dan melakukan digitalisasi usaha kita akan ditinggalkan. Karena orang lebih memilih yang aman terhadap kesehatannya.

Kesehatan terlindungi, tetapi kebutuhan terpenuhi.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Ekonomi, dan Cara Bertahan Saat Ini (2)

Baca juga: Penumpang Bandara Masih Wajib Haris Rapid Atau Swab Walaupun Sudah Divaksin Covid-19

Tribun Jambi: Tentang arah pembangunan Kota Jambi, berdasarkan data yang kami baca pertumbuhan kota di kepemimpinan Pak Fasha dan Pak Maulana ini tumbuhan yang cepat sekali. 

Apa yang kira-kira masih mau dicapai, diraih, dan belum tercapai?

Maulana: Sesuai dengan visi misi saya dan Pak Wali, yang ketiga ada pemenuhan infrastruktur perkotaan.

Sebuah kota akan maju apabila standar infrastrukturnya memenuhi syarat. Misalnya akses antar kecamatan di kota ini tidak ada lagi yang tidak bagus. Contoh, daerah seberang sekarang kita lebarkan jalannya supaya aksesnya terbuka. 

infrastruktur pendidikan seperti sekolah-sekolah, pelayanan publik, akan terus kita bangun. Insya Allah selesai, di pertengahan masa kepemimpinan kami berdua.

Kalau infrastruktur ini sudah selesai, kita akan merambah lagi pengembangan infrastruktur lain termasuk Danau Sipin. Danau Sipin yang mana sebagai tempat pengembangan ekowisata.

kalau infrastruktur ini sudah bagus semua, maka orang luar nJambi akan datang ke Jambi, insya Allah.

Di sisi lain tetap kita dorong dunia usaha, investasi. Misalnya, kita ingin mengadakan acara nasional. Kita minimal memiliki 1000 tempat tidur hotel. Hal-hal seperti itu kita dorong, supaya Kota Jambi bisa berbicara di tingkat nasional. Ketika ada acara kita siap.

Lalu kita kembangkan potensi-potensi UMKM mikro. tetapi membangun infrastruktur itu penting membangun karakter anak-anak kita itu juga penting.

Makanya kita dorong berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan, dari semua agama. Misalkan program kita mensejahterakan guru guru ngaji, guru-guru agama di sekolah.

Jadi keseimbangan antara pembangunan fisik seperti infrastruktur, pembangunan akhlak dan budaya itu juga penting.

Karena kenapa Bali itu bisa maju di pariwisata, infrastruktur pariwisata nya didorong, tetapi masyarakatnya masih menjaga kultur budaya.

Kita melihat daerah-daerah yang tercabut akar budayanya, justru tidak jadi tempat wisata yang menarik.

Kita datang ke suatu tempat yang menarik, dia berada di perkotaan yang didukung dengan infrastruktur modernnya baik. Namun mereka tidak tercabut dari akar budayanya. Di situlah letak keunikannya.

Baca juga: Besok, Semua PAUD, SD dan SMP di Kota Jambi Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Kota Jambi ini sebagai budaya Melayu, tidak boleh tercabut dari kultur melayunya. Seperti di seberang itu kita tidak boleh mencabut khas melayunya.

Di situ terkenal dengan religi, didirikan banyak pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka, ini menjadi heritage.

Dan heritage yang ada itu harus kita jaga, dan terus kita eksplorasi lagi. Untuk memperkenalkan budaya Jambi secara umum. Supaya anak-anak muda kita cinta.

Satu sisi kita mau mengembangkan ekowisata kita supaya turis datang. Di sisi lain kita tidak boleh menghilangkan kultur budaya kita.

Nanti banyak turis ke sini, apalagi lagi kalau bandara kita sudah internasional. Mereka memakai baju yang tidak sesuai dengan budaya kita, malah kita sudah mengikuti mereka terlebih dahulu. Itu yang tidak boleh.

Biarkan mereka seperti itu, kita tetap dengan budaya kita. Caranya seperti apa, bentengi karakter akhlak dan budaya anak-anak kita.

Kantor Wali Kota Jambi.
Kantor Wali Kota Jambi. (tribunjambi/rahimin)

Kita boleh maju, contoh yang baik baiknya saja. Selebihnya kita tidak usah ikuti. Kalau itu kita jaga insyaallah Kota Jambi menjadi kota yang menjadi tujuan tempat wisata.

Dengan begitu orang ingin melihat bagaimana sih kehidupan budaya melayu Jambi. Tentang rumahnya seperti apa, membuat batik Jambi itu seperti apa.

Maka dari itu diperlukan promosi yang cukup besar, dengan strategi promosi digitalisasi. Lalu dibuat secara digital dan bisa diakses oleh semua orang.

Tribun Jambi: Dahulu kan belum ada wabah, sekarang kan sudah ada wabah Covid-19 yang belum tahu hingga kapan berakhir. Bagaimana cara pembangunan kedepannya? Ada nggak semacam inovasi visi untuk mengatasi ini?

Maulana: Ya kita melakukan penyesuaian terhadap kondisi. Seperti di perhotelan, supaya dapat berkembang mereka harus berinovasi dengan cara membuat kegiatan namun tidak melanggar protokol kesehatan.

Termasuk juga di bidang usaha yang lain, termasuk pendidikan. Maka itu kita dorong juga di usaha mikro kecil menengah.

investasi yang berkurang dari usaha yang besar maka kita mengembangkan usaha kecil dengan cara kita dorong terus.

Tribun Jambi: Seperti yang kita gambarkan sebelumnya, Kota Jambi butuh waktu berapa lama untuk maju seperti apa yang kita bicarakan di awal?

Maulana: Kota Jambi dengan kepemimpinan pak walikota dengan semua ASN nya, dan didukung dengan digitalisasi informasi saat ini itu mendukung Jambi bisa dikenal lebih pesat di luar.

Kami juga berupaya untuk mempresentasikan Jambi di provinsi-provinsi, daerah lain, bahkan di beberapa negara.

Artinya Jambi punya potensi besar sebagai ibukota provinsi, sebagai kawasan strategis nasional, bisa sejajar dengan kota-kota lain. Dan saya optimis itu, dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Dengan provinsi yang memiliki sumber daya alam seperti batubara, jika tidak ada tetapi kita harus unggul di sumber daya manusia.

Baca juga: Cara Nurfaidah Sampaikan Materi Lewat TikTok, Durasinya Tidak Panjang dan Ada Musiknya

Kemudian karena salah satu tujuan adanya pemerintah yaitu membahagiakan masyarakatnya.

Seperti adanya call center 112 yang melayani 24 jam untuk tanggap kejadian darurat. Kalau ada yang sakit tengah malam tinggal telepon 1 12, nanti ambulans datang.

Ada maling, ada rampok, ada kebakaran, telepon saja 112 untuk memberikan jaminan keamanan.

Kalau misalkan ada ada orang datang ke kota Jambi memerlukan informasi ke rumah bisa menghubungi 112.

Apakah masih ada yang belum terpenuhi, masih ada. Seperti air bersih dari PDAM, distribusi pangan, dan masih ada lagi.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
366 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved