Karya Harmuna Sulistia, Inovasikan Tas Bermotif Tulisan Aksara Kuno Kerinci Yang Disebut Taracung

Harmuna Sulistia, Mahasiswi Universitas Jambi yang berbisnis kreatif, dengan membuat Tas unik nan cantik yang disebut Tas Aksara Incung.

Editor: Rahimin
tribunjambi/vira ramadhani
Harmuna Sulistia, Mahasiswi Universitas Jambi yang berbisnis kreatif, dengan membuat Tas unik nan cantik yang disebut Tas Aksara Incung (Taracung). 

Karya Harmuna Sulistia, Inovasikan Tas Bermotif Tulisan Aksara Kuno Kerinci Yang Disebut Taracung

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Harmuna Sulistia, Mahasiswi Universitas Jambi yang berbisnis kreatif, dengan membuat Tas unik nan cantik yang disebut Tas Aksara Incung (Taracung).

Aksara Incung adalah tulisan kuno dari Kerinci, Provinsi Jambi, dan satu-satunya aksara kuno di Sumatra.

Gadis yang biasa disapa Sulis ini berinovasi membuat tas dengan tulisan Aksara Incung ini.

Gadis cantik ini berbisnis namun juga perkenalkan budaya Jambi, melalui Tas dengan hiasan menggunakan motif aksara incung ini diberi nama Taracung (Tas Aksara Incung).

Baca juga: Besok, Semua PAUD, SD dan SMP di Kota Jambi Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Peluang Usaha dan Bagaimana Jambi Dibentuk (habis)

“Saya inovasikan tulisan Aksara Incung ini pada tas, salah satu tujuannya untuk memperkenalkan dan melestarikan aksara kuno Kerinci,” ujarnya kepada Tribunjambi.com, Sabtu (27/02/2021).

“Dan masih banyak yang belum tau Aksara Incung ini, bahkan orang Jambi pun banyak yang belum tau,” sambungnya.

Dengan usaha Taracung, Sulis berharap agar Aksara Incung terus dikenal banyak orang dan tidak punah.

Gadis cantik ini mengatakan meski tas ini berhias tulisan aksara kuno tapi pemilihan kata yang dihiaskan pada tas pakai tulisan kekiniaan yang memotivasi.

Tas Aksara Incung (Taracung).
Tas Aksara Incung (Taracung). (tribunjambi/vira ramadhani)

Dalam pemasaran Taracung, Sulis memanfaatkan sosial media dan dibantu oleh teman-temannya.

“Sejauh ini memperkenalkan Taracung melalui mulut ke mulut saja, juga melalui teman-teman. Terus juga promosi secara online melalui sosial media dan pada acara bazar,” ungkapnya.

“Kami menjual dengan harga cukup standar seharga Rp 35 ribuan. Tapi untuk saat ini kami masih menjual belum secara luas. Untuk mengenalkannya terkadang bisa titip di toko fashion dan setiap ada bazar," tambahnya.

Baca juga: Penumpang Bandara Masih Wajib Haris Rapid Atau Swab Walaupun Sudah Divaksin Covid-19

Baca juga: Traffic Penumpang di Bandara Sultan Thaha Mengalami Penurunan Sebesar 71 persen

Awal terbentuknya Taracung saat Sulis mengikuti perlombaan, dan memenangkan juara pada lomba bisnis plan nasional.

Dari prestasi Taracung ini, Gadis berhijab ini kemudian mendapatkan bantuan dana dari kampusnya yaitu Unja untuk menjalankan usaha pembuatan Taracung ini lebih luas lagi.

Dikatakan Sulis, jika menginginkan Taracung bisa didapatkan di desa di Desa Jambi Kecil Kecamatan Muaro Sebo tak jauh dari lokasi Candi Muaro Jambi. (Tribunjambi/Vira Ramadhani)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved