Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Ekonomi, dan Cara Bertahan Saat Ini (2)

Tribun Jambi melakukan wawancara eksklusif bersama Wakil Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM.

Editor: Rahimin
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Ekonomi, dan Cara Bertahan Saat Ini (2) 

Wawancara Eksklusif Wakil Wali Kota Jambi: Ekonomi, dan Cara Bertahan Saat Ini (2)

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Tribun Jambi melakukan wawancara eksklusif bersama Wakil Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM.

Dialog awal tentang Jambi, potensinya, dan arah pembangunan ke depan seperti apa.

Tentu kita berdialog dalam konteks saat ini, yaitu situasi pandemi Covid-19. Simak, berikut ini:

Tribun Jambi: Dalam setiap krisis yang terjadi di negara kita, keberadaan UMKM bisa menjadi tulang punggung. Krisis 98 juga begitu,sekarang pun begitu UMKM menjadi tulang punggung juga. Tetapi di antara pelaku UMKM juga tempur karena keadaan.

Kalau berdasarkan pantauan dari anda, kondisi UMKM di Jambi seperti apa sekarang?

Baca juga: Wawancara Eksklusif Bersama Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Tentang Kota dan Arah Pembangunan (1)

Baca juga: Wawancara Eksklusif dengan Wanita Muda Pemalsu Ijazah, Suami Tidak Kerja, Saya Rela Ambil Risiko

Maulana: Memang ketika kondisi sulit seperti ini, yang menjadi salah satu penyebabnya yaitu pandemi Covid-19. Semua usaha mengalami penurunan, itu pasti. Mulai dari usaha besar sampai dengan usaha mikro, memiliki dampaknya masing-masing.

Tetapi kegiatan usaha mikro, karena dia bergerak di kebutuhan-kebutuhan dasar, makanan, minum, refreshing hiburan dan lain sebagainya. Yang sifatnya kecil itu masih mampu hidup.

Hanya dengan regulasi yang ketat mengenai upaya kita mencegah penularan, pasti ada dampak termasuk pembatasan jam malam.

Banyak UMKM yang sebelumnya buka hingga jam 12 malam, sekarang dibatasi. Karena kita mencegah kerumunan kalau malam hari. Resiko pengawasan berkurang dan lain sebagainya.

Tetapi secara umum UMKM sekarang menjadi penyangga utama. Dan itu harus kita dorong bergerak.

Misal ada dari komunitas wedding organizer, ya kita terima untuk melakukan resepsi pernikahan di gedung-gedung. Tetapi tetap jaga protokol kesehatan.

Karena wedding organizer itu banyak sekali UMKM yang terlibat. Mulai dari cateringnya, dekorasi, baju, perias, dan masih banyak lagi.

Tribun Jambi: Ada yang berpendapat bahwa saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak peraturan yang merugikan UMKM. Meskipun sekarang sudah mulai longgar, dengan pembatasan-pembatasan yang harus tetap ada.

Banyak yang beranggapan bahwa pemerintah ini mengaturnya ketat sekali, tetapi tidak ada solusinya yang membantu mereka. Bagaimana pendapat Anda?

Maulana: Jadi, filosofi dasarnya pemerintah berada pada posisi ingin melindungi masyarakat. Kemudian, dalam setiap kebijakan itu pasti ada yang terdampak. 

Pasti ada yang terluka setiap keputusan publik yang menyangkut pelayanan umum. Tetapi kami selalu melihat mana yang paling banyak memberikan manfaat, dan seminimal mungkin mudharat yang diberikan.

Jadi setiap kebijakan, Pemerintah Kota Jambi lebih awal dari pemerintah kota lain di beberapa tempat tentang relaksasi ekonomi.

Karena ada instruksi wali kota, begitu Covid-19 sudah mulai terkendali, kita sudah mulai memahami bagaimana cara penularannya, perawatannya sudah mulai kita bisa optimalkan. Maka kita melakukan relaksasi.

Ketika telah direlaksasi boleh melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi. Dan tentunya menerapkan protokol kesehatan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
362 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved