Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Bersama Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Tentang Kota dan Arah Pembangunan (1)

Tim Tribun Jambi melakukan wawancara eksklusif bersama Dr dr H Maulana, MKM, Wakil Wali Kota Jambi.

Editor: Rahimin
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Wawancara Eksklusif Bersama Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Tentang Kota dan Arah Pembangunan (1) 

Wawancara Eksklusif Bersama Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Tentang Kota dan Arah Pembangunan (1) 

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Tim Tribun Jambi melakukan wawancara eksklusif bersama Dr dr H Maulana, MKM, Wakil Wali Kota Jambi.

Dialog awal tentang Jambi, potensinya, dan arah pembangunan Kota Jambi ke depan seperti apa.

Tentu berdialog dalam konteks saat ini, yaitu situasi pandemi Covid-19. Simak, berikut ini:

Tribun Jambi: Bagaimana kabar Kota Jambi terutama dalam konteks ekonomi masyarakat?

Maulana: Memang benar selain peningkatan kasusnya sendiri, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, dan isu yang kita bicarakan hangat adalah potensi tatap muka bagi anak-anak kita yang sudah 1 tahun di rumah saja.

Disamping itu memang dari segi kajian pendidikan, banyak pendidikan karakter yangtidak bisa tersampaikan karena melalui daring.

Tetapi di sisi lain, di samping problem masalah kesehatan, adalah masalah ekonomi. Itu juga mempunyai efek yang berat.

Baca juga: Bangganya, Pemasaran Kopi Arabica Kerinci Sudah Merambah ke Negeri Jiran

Baca juga: Cara Nurfaidah Sampaikan Materi Lewat TikTok, Durasinya Tidak Panjang dan Ada Musiknya

Seperti contoh misalnya kami mempunyai program pengembangan investasi di Kota Jambi.

Waktu 2019 sebelum adanya pandemi Covid-19, nilai investasi yang masuk ke Kota Jambi tercatat oleh DPMPTSP, itu lebih dari 1 triliun rupiah. Angka tersebut dalam satu tahunnya.

Kalau investasi jalan, berarti ada usaha di Jambi, membuka lapangan kerja. Ini dampaknya sangat luas terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tetapi pada 2020, dari Rp 400 Miliar yang kita targetkan, nilai yang tercapai hanya sekira Rp 240 Miliar investasi yang masuk. Berarti ada penurunan yang sangat jauh.

Itu karena pandemi Covid-19, kemudian usaha, para investor agak mulai mengurangi investasinya.

Dampaknya kepada tingkat pengangguran terbuka di Kota Jambi yang tahun 2019 hanya 6,72 persen, menjadi 10,49 persen.

Belum lagi angka kemiskinan. Pada 2020 bertambah sekitar 30.000 orang miskin baru.

Awalnya mereka tidak miskin, masuk kategori rentan miskin. Karena banyak usaha yang terdampak secara umum, transportasi penerbangan dibatasi, pariwisata dibatasi, pendidikan ditutup menjadi penjaga kantin sekolah dan lain-lain timbul masalah ekonomi.

Tribun Jambi: Bagaimana upayanya?

Maulana: Di samping kita berupaya masalah kesehatan, yang salah satu ikhtiarnya adalah vaksin. 

Sambil menunggu proses vaksin, tetap protokol kesehatan menjadi prioritas.

Berikutnya, mendorong problem ekonomi, tidak menjadi hal yang membahayakan dalam jangka panjang ke depan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved