Guru Kreatif

Cara Nurfaidah Sampaikan Materi Lewat TikTok, Durasinya Tidak Panjang dan Ada Musiknya

Nurfaidah, seorang guru di Kota Jambi ini melakukan pengajaran dengan menggunakan aplikasi tiktok.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Nurfaidah saat diundang di studio Tribun Jambi. Cara Nurfaidah Sampaikan Materi Lewat Tiktok, Durasinya Tidak Panjang dan Ada Musiknya 

Cara Nurfaidah Sampaikan Materi Lewat Tiktok, Durasinya Tidak Panjang dan Ada Musiknya

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Kemajuan zaman menuntut para guru untuk terus berinovasi dalam mengajar.

Nurfaidah, seorang guru di Kota Jambi ini melakukan pengajaran dengan menggunakan aplikasi tiktok. Begini dia melakukannya.

Bagi Nurfaidah, dapat memberikan pelajaran kepada anak-anak merupakan kebahagiaan. Namun, masa pandemi Covid-19 memaksa proses belajar mengajar dilakukan secara daring.

Hal itu membuatnya harus terus-menerus menyiapkan materi untuk dikirimkan kepada para murid.

Selama ini, dia acap merangkum materinya dalam lembar-lembar power point. Materi itu dijelaskan dan dibuat dalam format video dan diunggah di youtube.

Baca juga: Melihat Museum Gentala Arasy, Wisata Religi Dengan Beragam Koleksi, Ada Beduk Raksasa Dari Soeharto

Baca juga: VIDEO SD Adhyaksa Dinyatakan Lolos Simulasi Prokes, Sekolah Lain Diharapkan Terapkan Hal Serupa

Dalam proses pengajaran selama ini, selain memberikan penjelasan, dia juga memberikan tautan (link) youtube kepada para siswa melalui grup whatsapp. Namun, ada kendala yang acap terjadi.

"Kendalanya, baru lima menit dibagikan, mereka langsung tanya, 'tugasnya mana, Bu?' Mereka tidak maksimal menonton. Padahal tugasnya ada di slide belakang," dia menuturkan.

Video dengan durasi yang cukup panjang ternyata membuat para siswa-siswinya malas menonton. Alhasil, materi tidak tersampaikan dengan baik.

Dia mencari ide dan melihat anaknya di rumah yang masih duduk di kelas VI SD. Ada kendala yang sama, ketika disuruh belajar, mereka justru sibuk main ponsel.

Penasaran apa yang dimainkan, Nurfaidah mengamati apa yang membuat anaknya tertarik. Oh, mereka ternyata main tiktok.

Nurfaidah Guru SDN 131 Kota Jambi saat wawancara di studio Tribun Jambi, Senin (23/2/2021) .
Nurfaidah Guru SDN 131 Kota Jambi saat wawancara di studio Tribun Jambi, Senin (23/2/2021) . (TRIBUNJAMBI/SUANG SITANGGANG)

Dia juga acap melihat beberapa muridnya membagikan status dari tiktok di whatsapp.

Dari sanalah, dia mulai coba-coba. Dirangkumnya materi dalam durasi yang lebih singkat, dibagikannya di tiktok. Materi itulah yang dia bagikan kepada murid-muridnya dalam sebulan terakhir.

"Alhamdulillah, responsnya bagus. Mereka antusias. Saya sempat tanya ke anak-anak, mereka lebih suka yang di tiktok. Durasinya tidak panjang. Ada musik-musiknya," Nurfaidah menceritakan.

Padahal, kata dia, sebelumnya dia tidak tahu tiktok itu apa. Kebetulan, aplikasi itu ada di ponselnya dan Nurfaidah mencoba menggunakannya.

Ternyata, tiktok isinya bukan orang joget-joget doang. Nurfaidah menjadikan tiktok sebagai sarana pembelajaran.

Sementara ini, dia memfokuskan pembuatan materi di tiktok untuk satu semester ke depan.

Baca juga: Harganya Murah, Kue Tradisional Milik Sunifa Makin Berkembang  Setelah Gabung ke UPPKA Mawar

Baca juga: Puluhan Tahun Membuka Usaha Terima Jahitan, Penjahit Winni Watir Berikan Pelatihan Gratis

Butuh Kreativitas

Perempuan 35 tahun ini bilang, butuh kreativitas untuk membuat konten pembelajaran di tiktok. Namun, dia yakin, setiap guru bisa melakukannya.

Mula-mula Nurfaidah perlu menyiapkan materi yang bakal disajikan. Dia bisa cari di internet atau merujuk ke buku-buku pelajaran.

Jika materinya dirasa sudah cukup lengkap, saatnya dia mengolah materi menjadi konten video yang menarik. Kadang dia selingi musik, biar pembelajaran makin asyik.

"Kalau bahannya sudah ada, sekitar 20 menit sudah selesai," ujar dia.

Dia bisa membagikan materi itu kepada muridnya. Namun, guru SDN 131 Kota Jambi ini menyadari, metode pendidikan tidak bisa dipukul rata.

Sebagai guru di sekolah yang turut menerima siswa berkebutuhan khusus, dia perlu melakukan penyesuaian ke setiap siswa.

Belum lagi bagi siswa yang tidak memiliki ponsel. Dia akan memberikan materi secara langsung, mengajak mereka berkumpul dalam kelompok kecil dan mendatangi mereka untuk memberi pelajaran.

Meski begitu, dia tidak merasa lelah. Murid-muridnya justru menjadi penyemangat baginya. "Saya menikmati saja, ini pekerjaan saya," dia mengungkapkan.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved