Bangganya, Pemasaran Kopi Arabica Kerinci Sudah Merambah ke Negeri Jiran

4,98 ton Kopi Arabica Kerinci dengan nilai ekonomi mencapai Rp397,8 juta diberangkatkan ke negeri Jiran Malaysia pada pertengahan Februari lalu.

Editor: Rahimin
tribunjambi/zulkifli
Bangganya, Pemasaran Kopi Arabica Kerinci Sudah Merambah ke Negeri Jiran 

Bangganya, Pemasaran Kopi Arabica Kerinci Sudah Merambah ke Negeri Jiran

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Untuk pertama kalinya, sebanyak 4,98 ton Kopi Arabica Kerinci dengan nilai ekonomi mencapai Rp397,8 juta diberangkatkan ke negeri Jiran Malaysia pada pertengahan Februari lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Karantina Pertanian Jambi Turhadi Noerrahman.

"Kami sangat mengapresiasi penambahan negara tujuan ekspor baru untuk Kopi Arabica Kerinci ini," ujarnya.

Menurut Turhadi, setiap negara tujuan ekspor memiliki aturan dan protokolnya masing-masing. Seperti halnya untuk tujuan ke Malaysia yang mempersyaratkan perlakuan fumigasi terhadap kemasannya (karung goni).  

Turhadi menjelaskan, perlakuan fumigasi dilakukan merujuk ketentuan International Standar for Phytosanitary Measure (ISPM) No. 43, yang penerapannya sesuai dengan Standar Badan Karantina Pertanian.

Baca juga: Cara Nurfaidah Sampaikan Materi Lewat TikTok, Durasinya Tidak Panjang dan Ada Musiknya

Baca juga: Melihat Museum Gentala Arasy, Wisata Religi Dengan Beragam Koleksi, Ada Beduk Raksasa Dari Soeharto

Perlakuan ini semata-mata hanya untuk pemenuhan persyaratan karantina negara tujuan ekspor.

“Apabila tidak dipersyaratkan maka langsung dapat diekspor setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan bebas hama oleh Pejabat Karantina," jelas Turhadi. 

Perlakuan tindakan karantina (fumigasi) merupakan wewenang (kompetensi) Pejabat Karantina Tumbuhan, namun dalam pelaksanaannya dapat didelegasikan pada pihak ketiga dibawah pengawasan Pejabat Karantina Tumbuhan.

"Dalam pelaksanaannya, perusahaan fumigasi tersebut adalah perusahaan yang sudah diregistrasi oleh Badan Karantina Pertanian melalui program Skim Audit dan Penilaian (SAP) Badan Karantina Pertanian," katanya.

Sebelumnya Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Jambi mencatat komoditas unggulan ekspor Provinsi Jambi ini pada 2020 mencatat kinerja ekspor sebanyak 18 ton biji kopi dengan nilai Rp 1,6 miliar.

Dengan tujuan negara masing-masing adalah Belgia, China, Hongkong, Jepang, Singapura dan Korea Selatan.

Sumber: Tribun Jambi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved