Besudut, Warga Suku Anak Dalam Honorer di Kantor Camat, Yang Ingin Bertemu Presiden Joko Widodo

Besudut, warga Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi,

Editor: Rahimin
tribunjambi/hendro herlambang
Besudut, warga Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi. Besudut, Warga Suku Anak Dalam Honorer di Kantor Camat, Yang Ingin Bertemu Presiden Joko Widodo 

Besudut, Warga Suku Anak Dalam Honorer di Kantor Camat, Yang Ingin Bertemu Presiden Jokowi

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, MUARATEBO - Besudut, warga Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi, adalah satu-satunya SAD yang menempuh pendidikan sarjana.

Sayangnya, karena keterbatasan, pria yang bernama lain Irman Jalik ini tidak mampu menyelesaikan pendidikannya itu. 

Sebelumnya, Irman Jalil terdaftar sebagai tenaga honor di kantor Dinas Sosial Kabupaten Merangin.

Beberapa tahun kemudian resign dan sekarang terdaftar sebagai tenaga tenaga honor di kantor Camat Tabir Ilir Kabupaten Merangin, Jambi.

Baca juga: Kisah Nurfaidah, Guru Kreatif dari Kota Jambi Manfaatkan TikTok Untuk Mengajar

Baca juga: Luar Biasa! Tribun Jambi Raih Gold Winner IPMA 2021 pada Ajang Awarding SPS Indonesia

"Iya bang, sekarang saya honor di kantor Camat Tabir Ilir," kata Bersudut, Rabu (24/02/2021).

Ia bilang, gaji honor yang diterima setiap bulan sebesar Rp500 ribu. Jumlah tersebut dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya

"Saya sudah punya anak dan bini. Manalah cukup 500 ribu untuk ngidupi keluarga saya," ungkapnya.

Menurutnya, meski gaji honor yang diterimanya tidak mencukupi, namun dia tetap mengajar menulis dan membaca kepada komunitasnya SAD.

Terkadang, timbul rasa dan pikiran jika pemerintah sangat tidak adil memperlakukan dirinya sebagai komunitas adat terpencil, yang selama ini digadang-gadangkan telah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. 

"Pemerintah minta orang rimba untuk sekolah terus, namun tidak ada perhatian. Contohnya saya, tamat SMA, tapi tidak diangkat juga jadi PNS. Ini bagi kami orang rimba tidak berhasil. Percuma sekolah tinggi-tinggi kalo tidak berhasil," ujarnya. 

IIrman berharap, bisa ketemu dengan Presiden RI, Jokowi, agar dapat menyampaikan unek-unek sekaligus minta kepada orang nomor 1 di Indonesia itu mengangkat dirinya sebagai guru PNS.

Baca juga: AKBP Heru Ekwanto Bicara Tentang Tambang Ilegal, Berikan Pemahaman hingga Tindakan Refresif (habis)

Baca juga: Cerita Peter F Pratje dan Pengelolaan Konservasi Orang Utan di Bentang Alam Bukit Tigapuluh

"Tolong bang sampaikan kepada bapak Rajo Presiden. Saya pengin sekali ketemu dengan bapak Rajo. Saya minta bapak Rajo mengangkat saya menjadi PNS, guru untuk Suku Anak Dalam bukit duabelas," ujarnya. 

Diketahui, Besudut atau Irman Jalil adalah anak ketiga dari pasangan Ayah dan Ibu bernama Pemikat dan Meranting Sanggul.

Ia adalah orang pertama dan satu satunya dari Suku Anak Dalam wilayah Makekal, Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi (kuliah).

Irman Jalil sengaja memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Jambi (Unja), dengan tujuan nantinya bisa menjadi tenaga pengajar di komunitasnya.

Baginya, saat ini yang terpenting bagi Orang Rimba adalah bisa membaca dan menulis walaupun mereka tidak sekolah formal.(Tribunjambi/hendrosandi)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved