Kisah Sukses

Cerita Edi Sugito Kepala Desa Tanjung Lanjut Jadi Inisiator Danau Tangkas, Menolak Dikelola Investor

Saat melihat keindahan objek wisata Danau Tangkas saat ini, ingatan Edi Sugito terlempar pada puluhan tahun lalu.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribun jambi
Danau Tangkas. Cerita Edi Sugito Kepala Desa Tanjung Lanjut Jadi Inisiator Danau Tangkas, Menolak Dikelola Investor 

Cerita Edi Sugito, Kepala Desa Tanjung Lanjut yang Jadi Inisiator Danau Tangkas, Menolak Dikelola Investor

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, SENGETI - Saat melihat keindahan objek wisata Danau Tangkas saat ini, ingatan Edi Sugito terlempar pada puluhan tahun lalu.

Saat Edi Sugito masih kecil, sebelum dibesarkan di Jawa, Danau Tangkas hanya menjadi tempat orang menjaring ikan.

Bahkan hingga Edi Sugito pulang dari perantauannya, kondisi tidak banyak berubah.

Edi Sugito kini mengemban amanah sebagai Kepala Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi.

Niatnya menjadi kepala desa 2017 silam memang untuk mengubah pemandangan di Danau Tangkas, Desa Tanjung Lanjut. Ia adalah inisiator untuk mengubah wajah Desa Tanjung Lanjut.

Baca juga: 35 Organisasi Lintas Sektor Ikuti One Billion Rising in Solidarity, Suarakan Persoalan Perempuan

Baca juga: Kawasan Pintu Masuk Jembatan Gentala Arasy Sekarang Bebas dari Pedagang Kaki Lima

Desa Tanjung Lanjut ini berada di ujung Kabupaten Muarojambi, berbatasan dengan Kabupaten Batanghari. Kata dia, desa itu termasuk sangat tertinggal.

"Dulu listrik belum ada, akses jalan lumayan hancur. Dengan kondisi itu, kita dipaksa untuk berinovasi. Kita punya potensi, dan alam Danau Tangkas inilah potensinya," kata dia, belum lama ini.

Danau Tangkas
Danau Tangkas (tribun jambi)

Sebelum ada Danau Tangkas, orang dulu menyebutnya lopak. Kawasan itu menjadi tempat mandi, tempat cari ikan sejak ia masih kecil.

Setelah tumbuh dewasa, pulang dari Jawa, dia sering berkumpul dekat danau. Sejak itu sudah mulai terpikir, tapi tidak ada wewenang untuk mengubah kondisi danau tersebut.

Pada 2017, Edi mencalonkan diri jadi kepala desa dan terpilih. Itulah tekad awalnya, untuk membuat wisata di Desa Tanjung Lanjut.

Baca juga: Mengenal Asal Usul Nama Sengeti, Ibu Kota Kabupaten Muarojambi, Berasal Dari Nama Pengembara

Baca juga: Libur Imlek, Taman Rimba Zoo Jambi Sepi Dari Pengunjung

Seiring berjalannya waktu, dia terus memahami karakter danau ini seperti apa, juga memahami karakter masyarakatnya. Sudah dapat itu semua, mereka mulai merumuskan. Konsep wisatanya, berupa wisata alam.

Artinya, kalau datang ke sini memang wisatawan menyatu dengan alam. Ini wisata yang tidak banyak ditemukan lagi.

Dengan konsep wisata alam, tidak banyak yang mesti mereka rombak. Edi dan masyarakat setempat hanya merapikan dan membersihkan gulma-gulma yang kurang enak dipandang mata.

Danau Tangkas
Danau Tangkas (tribun jambi)

"Kita hanya memoles sedikit-sedikit saja. Biarlah alam yang berbuat," ujarnya.

Ada banyak wahana yang ditawarkan di kawasan Danau Tangkas tersebut. Mulai dari lorong perawan, hutan liontin, hingga kawasan untuk camping.

Edi menjelaskan, untuk menyulap kawasan Danau Tangkas, sejak 2017 mereka mengalokasikan Rp 875 juta dari dana desa.

Namun bukan itu intinya. Masyarakat sekitar pun ikut swadaya. "Kuncinya gotong royong harus dihidupkan lagi," katanya.

Baca juga: Petani di Desa Tangkit Temukan Nanas Berukuran Jumbo, Memiliki Delapan Mahkota Menyerupai Kipas

Baca juga: VIDEO: Viral Aksi Rombongan Moge di Bogor Lolos Pemeriksaan Ganjil Genap dan Rapid Antigen

Mereka menolak investasi dari pihak investor untuk mengelola danau itu, meski sudah dijanjikan kompensasi fee.

Alasannya, jika sudah dikelola investor, mereka khawatir alam mereka akan berubah.

Mereka tidak ingin alam Desa Tanjung Lanjut tercemar atau bahkan rusak. Alam adalah warisan yang mesti dijaga.

Edi mengaku berutang budi pada kebaikan alam di desa mereka.

Sebagai gantinya, mereka ingin selalu menjaga alam di desa itu, dari sekarang hingga ke masa depan.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved