Dokumen Kesehatan

Kata Kepala KKP Jambi Soal Penanganan Covid-19, 100 Fasyankes Layani Digitalisasi Dokumen Kesehatan

Belum lama ini, pemerintah mencanangkan penerapan digitalisasi dokumen kesehatan sebagai syarat berpergian.

istimewa
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Jambi mulai 1 februari 2021 memberlakukan aturan baru terkait validasi dokumen kesehatan secara digital. Kata Kepala KKP Jambi Soal Penanganan Covid-19, 100 Fasyankes Layani Digitalisasi Dokumen Kesehatan 

Kepala KKP Jambi Bicara Penanganan Covid-19, 100 Fasyankes Layani Digitalisasi Dokumen Kesehatan

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Belum lama ini, pemerintah mencanangkan penerapan digitalisasi dokumen kesehatan sebagai syarat berpergian.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menjadi satu di antara yang memiliki peran penting dalam hal itu.

Tribunjambi.com berkesempatan mewawancarai Kepala KKP Provinsi Jambi, Ali Isha Wardhana dalam pencanangan program ini. Lalu bagaimana pemaparannya? Simak kutipan wawancara berikut:

Tribun: Kantor Kesehatan Pelabuhan punya peran penting, salah satunya sebagai pihak yang menjamin keamanan dan kenyamanan calon penumpang. Sejak awal pandemi kemarin, apa saja peran KKP dalam menangani Covid-19 di lingkungan bandara?

Ali: KKP  sesuai fungsi dan perannya, menangkal atau mencegah penyakit. Artinya, kami dari KKP Jambi harus memastikan secara umum, yang dari Jambi ke luar itu sehat, dan yang dari luar ke Jambi itu juga sehat.

Terkait dengan Covid-19, memang kami melaksanakan apa yang diatur oleh pusat, baik dari gugus tugas mau pun dari Kemenkes. Kita sekarang lebih menekankan ke arah bagaimana para penumpang atau komunitas bandara itu melaksanakan 3M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Baca juga: Masjid Agung Al-Ittihad Tebo, dari Kemegahan hingga Arsitekturnya

Baca juga: Penerimaan Peserta Didik Baru di Kota Jambi, Pakai Sistim Daring dan Luring

Baca juga: Buat Gerakan BEM FKIP Mengajar, Mahasiswa Unja Beri Pembelajaran di Rumah Untuk 318 Siswa di Jambi

Tribun: Selain di bandara, kawasan pelabuhan juga menjadi perhatian. Bagaimana penanganan di pelabuhan?

Ali: Sama seperti di bandara, di pelabuhan juga kami terapkan. Tapi objeknya beda. Kalau di pelabuhan lebih ke kapal barang. Jadi kita menjamin keamanan dari kapal barang yang datang. Kalau di bandara lebih ke penumpang. Kalau pun ada penumpang, lebih banyak ke Pelabuhan Roro di Kuala Tungkal.

Ambil contoh, di pelabuhan itu kan, ada juga kapal yang mengangkut barang. Jadi kita cek dulu kondisinya. Kalau sudah dijamin aman, baru kita izinkan. Begitu pun mau berangkat, kita periksa dulu baru kita berikan surat izin 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved