News Video

Video: Sutradara Angga Sasongko Jadi Saksi di PN Jambi, Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara

Sutradara kesohor, Angga Dwimas Sasongko jadi saksi dalam sidang kasus pembajakan Film karya Visinema Picture

Video Sutradara Angga Sasongko Jadi Saksi di PN Jambi, Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sutradara kesohor, Angga Dwimas Sasongko jadi saksi dalam sidang kasus pembajakan Film karya Visinema Picture yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis sore (4/2/2021).

Angga dihadirkan sebagai saksi bersama dua karyawan PT Visinema Picture  lainnya yakni Ferdina, Raga Asmara. Ia dimintai keterangan sebagai Direktur Utama penggarap Film Keluarga Cemara.

Dalam kesaksiannya pria kelahiran 1985 itu mengatakan, aksi pembajakan film yang kini menyeret Aditya Fernando Phasyas sebagai terdakwa bukan hanya merugikan para Filmaker.

Tetapi, juga merugikan negara dari sektor pajak. Menurut CEO Visinema Picture untuk pajak satu pembuatan Film yang bisa dihasilkan negara sekitat 150 hingga 300 juta rupiah.

Baca juga: Mulai Kuliah Tatap Muka, Unbari Pakai Metode Hybrid, Osrita: Protokol Kesehatan Dengan Ketat

Baca juga: VIDEO: Rachel Vennya Gugat Cerai Niko Al Hakim, Rumah Tangganya Dengan Okin di Titik Terendah

Baca juga: Percantik Rumah Dengan Aquascape, Bikin Penghuni Rumah Menjadi Betah Lama Berada di Dalam Rumah

Sementara bagi pihak Filmaker sendiri tentu mengalami kerugian yang mencapai miliaran. Dari proses pembuatan untuk satu film.

"Visinema menemukan ada banyak situs yang melakukan pembajakan dan hampir separuh dari karya Visinema dibajak. Salah satu website yang melakukan Duniafilm21," kata Angga.

Angga mengatakan ada ribuan film yang diduga dibajak oleh pemilik dan pengelolah website Duniafilm21. Melalui film tersebut pihak pengelola mendapat keuntungan dari iklan disetiap film.

Sementara, para Filmaker yang karyanya dibajak harus gigit jari. Ketika dikonfirmasi awak media sebelum sidang digelar. Angga menilai jaminan hukum bagi hak karya seniman maupun Filmaker masih lemah.

"Kita bisa melihat kasus seperti ini harus delik aduan. Dan perlindungan hukum bagi karya Filmaker masih sangat lemah. Dan itu juga sebetulnya dialami oleh seniman dan musisi tanah air," kata Angga.

Menurutnya, semakin terkenal sebuah film maka praktek pembajakan juga akan semakin masif.

"Bukan berarti dengan dibajak kami dapat promosi gratis. Misal di bioskop dapat 1,8 juta penonton, ketika dibajakmaka dinikmati banyak orang secara gratis (masyarakat tidak menonton di bioskop)," ungkap Angga.

Baca juga: Bagi Pecinta Ikan, Yang Mencari Aquascape di Kota Jambi Bisa Datangi Tempat Ini

Baca juga: Pegawai Honorer Ini Berhasil Menambah Rezeki Dari Hobi Merawat dan Menjual Tanaman Hias

Baca juga: Masa Jabatan Bupati Dua Kabupaten di Jambi Habis 17 Februari, Pemprov Menunggu Arahan Terkait Pjs

"Dan dampak besarnya ketika film sudah dibajak maka nilai ekonominya akan terkoreksi luarbiasa," pungkasnya.

Kasus pembajakan film dan karya seni kerap dikeluhkan oleh para pembuat film dan seniman. Kasus pembajakan film ini merupakan perkara pertama yang masuk ke meja persidangan.

Angga berharap dengan adanya penegakan hukum kedepan dapat memberi efek jera bagi para pelaku pembajakan film di iIndonesia.(Dedy Nurdin/Tribun Jambi)

Ikuti kami di
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved