Sosok Sukses

M Fadhil Arief Bicara tentang Gebrakan Baru, Akan Bentuk UPT buat Milenial di Batanghari (habis)

M Fadhil Arief punya rencana untuk membangun budaya birokrasi yang lebih baik di Kabupaten Batanghari.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
M Fadhil Arief (kanan) dan Bakhtiar. M Fadhil Arief Bicara tentang Gebrakan Baru, Akan Bentuk UPT buat Milenial di Batanghari (habis) 

M Fadhil Arief Bicara tentang Gebrakan Baru, Akan Bentuk UPT buat Milenial di Batanghari

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, MUARABULIAN - Sebagai mantan pegawai yang pernah pada jabatan prestisius, M Fadhil Arief punya rencana untuk membangun budaya birokrasi yang lebih baik di Kabupaten Batanghari.

Dalam wawancara ekslusif bersama Tribun Jambi, dia menjelaskan budaya kepemimpinan yang akan dia bangun di Batanghari selama periode jabatannya, 2021-2024. Bagaimana dia melakukannya?

Tribun: Anda menyakini birokrasi itu bisa diperbaiki dan bisa menjadi harapan Anda dalam mendukung program-program ke depan?

Fadhil: Saya yakin karena saya bekas pegawai. Pada pegawai itu diciptakan rasa keadilan dan rasa kenyamanan. Adil dalam artian yang bekerja lebih baik harus mendapatkan promosi dan bekerja jelek dihukum. Dengan begitu juga, ada kenyamanan. Sehingga, apa yang kita harapkan dalam mendukung program-program kita dapat terlaksana.

Baca juga: M Fadhil Arief Bicara Tentang Gebrakan Baru, Tawarkan 36 Program untuk Kemajuan Batanghari (1)

Baca juga: Cara Daftar dan Syarat-syarat Menjadi Bintara TNI AD 2021 untuk Lulusan SMA/SMK

Tribun: Selama Pilkada, kampanye dan sosialisasi, Anda sudah menjalani lebih 100 desa. Apa yang Anda lihat dari kondisi masyarakat Batanghari berdasarkan pantauan Anda langsung?

Fadhil: Begitu banyak rahmat Allah yang turun di Batanghari. Yang sebenarnya bisa dioptimalkan tetapi belum dioptimalkan, sehingga tidak begitu berefek ke kehidupan masyarakat.

Kita tahu Batanghari lahannya cukup luas. Masyarakat cukup produktif dan welcome, dalam artian welcome dengan ide baru, welcome dengan perubahan, bukan orang yang anti dari suatu perubahan. Tapi penetrasi ini tidak ada.

Konsistensi antara periode ini dengan periode sebelumnya tidak konsisten, sehingga kita tidak tahu polanya, bagaimana perencanaan ke depannya lebih baik, sehingga menyejahterakan masyarakat. Kita akan memberikan pencerahan. Selama sosialisasi, itu yang kita lakukan.

M Fadhil Arief dalam wawancara ekslusif bersama Tribun Jambi.
M Fadhil Arief dalam wawancara ekslusif bersama Tribun Jambi. (tribunjambi/musawira)

Tribun: Anda mendapat dukungan banyak dari masyarakat, tidak terlepas dari tim sukses. Bagaimana dengan tim sukses  Anda ke depannya?

Fadhil: Saya ikut Pilkada ini dalam rangka bersilaturahmi dengan orang banyak. Dengan pilkada ini teman saya bertambah. Soal nanti teman saya setia atau tidak, itu belakangan. Tapi sementara, hubungan kita langgeng sampai hari ini.

Memang tidak saya bukakan. Nanti akan saya siapkan waktu-waktu khusus untuk tetap silaturahmi dengan tim-tim saya itu. Saya sampaikan, ini hubungan dengan pribadi saya, jadi bertemunya di situ, tidak di rumah dinas. (Rumah dinas) tidak boleh saya gunakan untuk bertemu tim saya besok. Meski kalau singgah boleh, tapi kalau membicarakan urusan saya dengan tim, itu berbeda.

Saya tidak bisa menyerahkan kepada tim sesuatu yang memang diperuntukkan kepada masyarakat banyak.

Tribun: Terkait program tadi, itu tidak terlepas dari anggaran. Dengan anggaran yang terbatas, apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan pendapatan supaya sejajar dengan daerah lain?

Fadhil: Soal anggaran, kita berusaha membuat anggaran itu bernilai guna. Uangnya terbatas, bagaimana kehadiran kita untuk mengelola dengan tepat. Dengan anggaran terbatas, bagaimana kita melakukan efisiensi. Bagaimana itu betul-betul diarahkan pada hal yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan terbelanjakan sia-sia. Itu yang awal-awal kita lakukan.

Baca juga: Ulasan Ketua IDI Kota Jambi Tentang Vaksin Covid-19, Alergi Obat, Takut Vaksin, dan Bebas Prokes

Baca juga: 15 Tahun berdiri, Salim Media Indonesia Milik Fajrin Nurpasca Sudah Terbitkan 300 Judul Buku

Kemudian, untuk menutupi kekurangannya, kita harus memiliki hubungan baik dengan pemerintahan yang lebih tinggi. Ada pemerintah provinsi, ada pemerintah pusat. Itu yang kadang kita tidak sadari. Pemerintah provinsi itu, Batanghari masih wilayah provinsi jambi. Batanghari pun masih jadi wilayah Indonesia.

Apabila hubungannya baik, kita bisa yakinkan dengan fakta dan data yang benar. Kita harus optimis. Saya tidak pernah membayangkan sesuatu itu gagal. Saya selalu berpikir itu berhasil dan menemui kenyataan.

Tribun: Dari sisi pengeluaran, apakah selama ini banyak anggaran yang tidak efektif?

Fadhil: Saya punya pengalaman sebagai Sekda. Saya yakin, masih banyak yang lebih bisa kita manfaatkan. Ada PAD yang  bisa kita maksimalkan. Tapi kadang-kadang PAD-nya lebih besar biaya mencarinya dari pada yang didapatkan, sehingga menjadi tidak efektif. Kemudian juga, ada pengeluaran-pengeluaran yang bisa kita efisienkan.

Contoh, tidak semua rapat kita harus menganggarkan, karena sudah ada tunjangan makan di tempat. Artinya, akan ada efisiensi di sini. Salah satu prinsip anggaran adalah efektif dan efisien.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved