Jalan Lintas Sumatera

Potret Jalan Lintas Sumatera Tempo Dulu di Dusun Rantau Keloyang, Menjadi Jalan Utama hingga 1980-an

Sekitar empat dekade lalu, Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Kabupaten Bungo belum berlokasi di tempat sekarang.

tribunjambi/mareza sutan
Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Dusun Rantau Keloyang ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Potret Jalan Lintas Sumatera Tempo Dulu di Dusun Rantau Keloyang, Menjadi Jalan Utama hingga 1980-an 

Potret Jalan Lintas Sumatera Tempo Dulu di Dusun Rantau Keloyang, Menjadi Jalan Utama hingga 1980-an

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Sekitar empat dekade lalu, Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Kabupaten Bungo belum berlokasi di tempat sekarang.

Ada jalan yang dulu biasa dilewati, yang kini hanya menjadi jalan bagi masyarakat Dusun Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Bagaimana potretnya?

Konon, Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Dusun Rantau Keloyang ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dulu, jalan di desa itulah yang menjadi satu-satunya akses jalur darat.

Baca juga: Kawasan Terdampak PETI di Provinsi Jambi Makin Mengkhawatirkan, Kini Capai 39 Ribu Hektare

Baca juga: Dishub Provinsi Jambi Targetkan Jalur Sepeda 20 Km, Kurangi Potensi Kecelakaan dan Kemacetan

Menurut penuturan masyarakat setempat, jalan yang menjadi akses transportasi darat itu hingga kini masih dimanfaatkan.

Namun, karena lebar jalan terbatas dan jalur yang dilewati relatif jauh, sebagian besar pengendara memilih untuk melewati Jalan Lintas Sumatera yang sekarang.

Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Dusun Rantau Keloyang ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Jalan Lintas Sumatera yang melintasi Dusun Rantau Keloyang ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. (tribunjambi/mareza sutan)

Lagi pula, tidak banyak yang tahu bahwa dusun (sebutan desa bagi masyarakat Kabupaten Bungo) itu menjadi jalur transportasi darat tempo dulu.

Jika melewati Dusun Rantau Keloyang, pengendara akan melintasi jembatan kayu yang dibuat sejak zaman Belanda.

Orang-orang menyebutnya Jembatan Rantau Keloyang. Dari penuturan warga sekitar, jembatan itu selesai dibangun pada 1937, sebagaimana tertulis di beton sebelah kiri sebelum melintasi jembatan, yang terlihat ketika hendak memasuki pusat Dusun Rantau Keloyang.

Baca juga: Jenjang Karier Varial Adhi Putra dari Staf di Kabupaten hingga Jadi Kadis Perhubungan Provinsi Jambi

Baca juga: Catatan KKI Warsi, Lebih 11 Ribu Rumah di Jambi Terdampak Banjir pada 2020

Namun, beberapa sumber lain menyebut jembatan itu sudah dimanfaatkan warga sebelum itu, sekitar 1920-an.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved