Kerusakan Lingkungan

Kerusakan Lingkungan Terus Meningkat, Walhi: Status Lingkungan Hidup di Jambi Sudah Kritis

Wahana Lingkungan Hidup Jambi menyebut kerusakan lingkungan di Provinsi Jambi terus meningkat.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
Tribun Jambi/Nurlailis
Ilustrasi Hutan. Kerusakan Lingkungan Terus Meningkat, Walhi: Status Lingkungan Hidup di Jambi Sudah Kritis 

Kerusakan Lingkungan Terus Meningkat, Walhi: Status Lingkungan Hidup di Jambi Sudah Kritis

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Wahana Lingkungan Hidup Jambi menyebut kerusakan lingkungan di Provinsi Jambi terus meningkat.

Direktur Eksekutif Walhi Jambi, Rudiansyah menyampaikan, laju kerusakan lingkungan ini tidak terlepas dari alih fungsi lahan dan deforestasi hutan. Hal itu diakibatkan aktivitas industri dan aktivitas ilegal.

"Jadi status lingkungan hidup kita di Jambi sudah dalam kondisi kritis. Bencana ekologis sudah mengancam keselamatan rakyat, seperti karhutla, banjir, kekeringan dan kualitas udara yang buruk," ungkap Rudiansyah, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Wawancara Ekslusif Kadis Perhubungan Provinsi Jambi, Transportasi Dapat Akomodir Sektor Pariwisata

Baca juga: 1 Rumah Sakit dan 11 Puskesmas di Kota Sungai Penuh, Alamat hingga Pelayanan

Baca juga: Dari Pencinta Alam hingga Aktivis Lingkungan, Begini Rekam Jejak Direktur Eksekutif Walhi Jambi

Menurutnya, butuh langka konkret, baik dari sisi regulasi, implementasi, action, sampai upaya mitigasi.

Sebab, lingkungan hidup dan sumber daya alam harus menjadi prioritas agenda perlindungan oleh pemerintah.

Rudiansyah menjelaskan, hampir setiap kabupaten/kota di Provinsi Jambi sudah mengalami kerusakan lingkungan.

Kerusakan paling parah berada di wilayah hulu, seperti Merangin, Sarolangun, Bungo, dan Tebo.

Walau demikian, wilayah  lain juga mengalami kerusakan yang sama, dengan adanya perubahan tata ruang dan alih fungsi lahan yang sangat masif.

Dampak buruknya, ulas dia, ancaman bencana alam bisa saja terjadi, termasuk ancaman banjir bandang. Hal itu mengingat daya dukung dan daya tampung air dan lingkungan tidak memadai.

"Perlu peninjauan dan evaluasi total terhadap tata ruang ini, agar dapat mencegah atau memitigasi bencana," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved