Sejarah Jembatan Beatrix

Sejarah Jembatan Beatrix, Berawal Dari Tenggelamnya Kapal Konselor Belanda di Sungai Batang Tembesi

Jembatan Beatrix adalah jembatan yang menjadi ikon paling tersohor di Provinsi Jambi yang penuh kisah lika liku masuk nya penjajahan Belanda

Editor: Rahimin
tribunjambi/dok
Jembatan Beatrix di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Sejarah Jembatan Beatrix, Berawal Dari Tenggelamnya Kapal Konselor Belanda di Batang Tembesi 

Sejarah Jembatan Beatrix, Berawal Dari Tenggelamnya Kapal Konselor Belanda di Sungai Batang Tembesi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rifani Halim

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Jembatan Beatrix adalah jembatan yang menjadi ikon paling tersohor di Provinsi Jambi yang penuh kisah lika liku masuk nya penjajahan Belanda ke Kabupaten Sarolangun.

Jembatan yang menjadi saksi cerita- cerita rakyat Sarolangun pada massa itu, yang membentang di atas Sungai Batang Tembesi, Kecamatan Sarolangun.

Hermantom satu pengiat sejarah Kabupaten Sarolangun menjelaskan, yakni Sarolangun Tempo Doeloe bercerita alkisah jembatan betrix.

Baca juga: Ini Daftar Puskesmas di Kota Jambi, Dilengkapi Alamat dan Tipe Puskesmas

Baca juga: Daftar Lengkap Kecamatan dan Kelurahan di Kota Jambi, Ada 11 Kecamatan dan Puluhan Kelurahan

Ia membaca literatur dari Belanda, pada zaman itu masuk lah salah satu kapal angkut yang mengangkat para raja setingkat dengan gubernur atau petinggi provinsi ke Sungai Batang Tembesi.

Kapal tersebut karam, tak jauh dari lokasi jembatan Betrix yang kini berdiri di atas Batang Tembesi.

Herman mengungkapkan, jembatan Beatrix Sarolangun tahun pembuatan di perkirakan pada 1936 hingga 1939.

Tentulah bangunan milik Belanda di Indonesia sangat terkenal kokoh dan tahan lama, namun tak dapat di pungkiri Jembatan Beatrix pada 1970 pernah roboh.

Prajurit Belanda sedang menjaga jembatan Beatrix pada massa kejayaan pemerintah Belanda 
Prajurit Belanda sedang menjaga jembatan Beatrix pada massa kejayaan pemerintah Belanda  (istimewa)

"Sewaktu sayo kecil-kecil nonton bola, dilapangan Sriwijaya ( kini laman besamo), hentakan terdengar hingga radius yang lumayan jauh, karena tubuhnya jembatan tersebut," ungkap Hermanto, pengiat sejarah Sarolangun kepada Tribun Jambi beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jambi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved