Smart Moms

Smart Moms Fitri Harianti, Potty Training Percepat si Kecil Mandiri BAK dan BAB

Anak harus diajarkan kemandirian sejak dini, terutama mengajarkan anak potty training, memulainya dengan memilih waktu yang tepat

tribunjambi/ade setyawati
Fitri Harianti bersama si Kecil Aisyah Naura Arsila. 

Smart Moms Fitri Harianti, Potty Training Percepat si Kecil Mandiri BAK dan BAB

TRIBUNJAMBIWIKI.COM - Anak harus diajarkan kemandirian sejak dini, terutama mengajarkan anak potty training, memulainya dengan memilih waktu yang tepat ketika anak sudah siap melepas diapers.

Anak sudah dapat dikatakan siap, ketika anak sudah mahir berjalan dan memiliki ketertarikan kepada tingkah maupun kebiasaan orang dewasa dan rata-rata berusia 18 bulan.

Meskipun begitu, tidak semua anak di usia itu menunjukkan ketertarikannya kepada tingkah dan kebiasaan orang dewasa dan usia bukanlah patokannya.

Ketika orangtua merasa anak sudah siap, potty training bisa dilakukan dan peran orangtua sangat penting di masa ini, mengajarkan anak bebas dari diapers, sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang ekstra.

Baca juga: Pesona Lubuk Beringin, Sensasi Wisata Sekitar Lubuk Larangan di Bungo

Baca juga: Museum Siginjei Jambi, dari Sejarah, Ragam Koleksi, Hingga Pelayanan

Ibu muda satu ini mengajarkan anak potty training dengan menciptakan rutinitas yang dilakukannya secara konsisten, dan anak dapat melepas diapers dalam 4 hari.

Dalam menghadapi proses tersebut, seorang ibu muda Fitri Harianti (26), membagikan pengalamannya dalam mengajari Aisyah Naura Arsila (2), potty training dan berhasil dalam 4 hari.

Anak bisa lepas diapers berbeda-beda usia, ada yang 18 bulan, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan banyak juga yang baru lepas diapers di usia 5 tahun.

"Kapan anak lepas diapers itu tergantung orang tuanya, untuk Aisyah sendiri umur 2 tahun sudah lepas diapers, karena semakin lama anak lepas diapers maka tantangannya juga semakin sulit membiasakan anak," jelasnya.

Fitri Harianti bersama si Kecil Aisyah Naura Arsila.
Fitri Harianti bersama si Kecil Aisyah Naura Arsila. (tribunjambi/ade setyawati)

Dalam masa ini orangtua harus lebih peka dan lebih memperhatikan gerak-gerik anak, mulai dari anak yang aktif tiba-tiba bengong, agar metode yang digunakan berhasil.

"Setiap 1 jam sekali diajak ke kamar mandi untuk mengatasi buang air kecilnya, untuk buang air besar nya, anak kecil itu punya tanda-tandanya sendiri, seperti jika dia sudah mulai diam tiba-tiba, itu langsung diajak ke kamar mandi," tambahnya.

Dan untuk Aisah, metode yang digunakan ini berhasil dalam 4 hari. Aisah mengerti buang air besar dan kecil pada tempatnya hari ke empat sejak ia menjalani potty training dan sudah bisa lepas diapers.

Baca juga: Daftar Sungai di Provinsi Jambi Yang Harus Tribunners Tahu, Ada yang Terpanjang di Sumatera

Baca juga: Ratumas Siti Aminah, Cucu Pahlawan Nasional, Teladani Raden Mattaher, Mulai dari Diri Sendiri

Meskipun sudah bisa lepas diapers, ia harus tetap diingatkan dengan konsisten agar apa yang telah diajarkan selama potty training tetap berjalan.

Bahkan saat berada di luar rumah, memperbolehkan anak buang air kecil di diapers merupakan kesalahan yang fatal, berpotensi gagal potty training yang telah dijalankan.

"Kalau lagi pergi, Aisah tetap dipakein diapers buat jaga-jaga, biar pun pakai diapers kalau mendadak Aisah mau pipis tidak boleh pipis di diapers, harus ke toilet, karena jangan pernah sesekali nyuruh anak pipis di diapers sementara anaknya udah pipis di toilet, nanti yang ada potty training nya gagal," tutupnya.(ade setyawati)

Ikuti kami di
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved