Sejarah Masjid

Masjid Raya Magat Sari, Punya Sejarah & Tradisi Yang Harus Diketahui, Dibangun Sejak Masa Perjuangan

Masjid Magat Sari adalah satu di antara masjid bersejarah di Provinsi Jambi.

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Masjid Magat Sari merupakan  satu masjid tua yang terletak di Kota Jambi. 

Selain itu, para pemilik toko di sana pun tidak mau kalah saling memberikan yang terbaik untuk kemakmuran masjid ini.

Asal Nama Magat Sari

Adapun namanya, ada beragam versi. Berbagai sumber memberi informasi mengenai asal-usul nama Magat Sari.

Ada yang menyebutkan berasal dari nama seseorang yaitu dan Nan Magat atau Nagat Sari.

Ada pula yang menyebut berasal dari nama kampung, yaitu Magatsari.

Ada juga sumber yang mengatakan, Magat Sari berasal dari penggabungan dua nama itu. Nama orang dan nama tempat.

Menurut keterangan pengurus masjid, nama Magat Sari memang sudah menjadi nama awal sejak masjid ini dibangun.

Namun yang jelas, nama Magat Sari telah lama melekat pada masjid ini, hingga kini.

Perkembangan Pembangunan Masjid

Dalam perkembangannya, masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Masjid Magat Sari direnovasi pada 1923, 1937, 1950 dan 1970, yang mana saat itu masjid ini terbakar.

Waktu itu, Kota Jambi mendapat serangan Belanda. Masyarakat melakukan perlawanan dengan gigih bersama pejuang-pejuang yang berani.

Pada 1992, masjid ini diperlebar dari ukuran 30 x 30 meter menjadi 1.287 meter persegi luasnya.

Selain itu, masjid ini mulai dibangun secara permanen yang terdiri dari dua lantai.

Hingga kini, masjid Magat Sari masih berdiri kukuh tegak di tengah keramaian pasar.

Bukan hanya itu, masjid ini selalu ramai, menjadi tempat bersujud dan tempat beristirahat bagi orang yang lelah dengan hiruk-pikuk di luar sana.

Ketika bulan suci Ramadan dan Idul Fitri masjid biasanya semakin ramai dihadiri umat Islam dari berbagai kalangan. Masjid ini juga ramai dikunjungi pada perayaan Idul Adha atau hari besar Islam lainnya.

Tradisi Nasi Minyak

Di Masjid Magat Sari, ada tradisi menarik yang berlangsung selama Ramadan.

Ketika Ramadan, masjid ini punya tradisi Timur Tengah yang terus dilestarikan hingga kini.

Baca juga: Atasi Bayi Rewel karena Tumbuh Gigi, Zayd Sempat Demam Hingga 40 derjat Celsius

Baca juga: Secuil Kisah Komunitas Guru Jambi Mengajar di Pedalaman ‘Semangat Mereka Luar Biasa’

Selama sebulan penuh, pengurus masjid menggelar acara buka puasa bersama jemaah masjid.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
179 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved