Komunitas Sosial

Secuil Kisah Komunitas Guru Jambi Mengajar di Pedalaman ‘Semangat Mereka Luar Biasa’

Komunitas Guru Jambi merupakan komunitas sosial yang peduli pendidikan anak-anak pedalaman dan perbatasan Jambi.

Editor: Rahimin
Istimewa
Aktivitas 1000 Guru di pedalaman sebelum pandemi Covid-19. Mendidik dan memberi permainan edukasi kepada anak-anak di pedalaman. 

Secuil Kisah Komunitas Guru Jambi Mengajar di Pedalaman ‘Semangat Mereka Luar Biasa’

TRIBUNJAMBIWIKI.COM - Komunitas Guru Jambi merupakan komunitas sosial yang peduli pendidikan anak-anak pedalaman dan perbatasan Jambi.

Dikatakan Pengurus 1000 Guru Jambi, Ifwan Adinata untuk 1000 Guru Regional Jambi telah berjalan hampir empat tahun. Komunitas ini diresmikan pada tahun 2017 oleh tim 1000 Guru pusat.

Ifwan bercerita, saat melakukan kegiatan 1000 guru ini membuat kita lebih bersyukur, tentunya mendapat pengalaman, teman baru, pelajaran hidup yang luar biasa.

Baca juga: Komunitas 1000 Guru, Komunitas Sosial Didik Anak-anak Pedalaman, Anggotanya dari Dokter hingga Artis

“Niatnya kita yang mengajarkan mereka, tapi saat di sana kita yang banyak belajar dari mereka. Mereka bangun subuh untuk bersekolah. Semangat mereka luar biasa, mereka bertahan dan terus berusaha pada kekurangan tesebut,” ungkapnya, melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Kita mengajar, memberi, berbagi, memotivasi anak-anak tersebut.

Komunitas 1000 Guru merupakan Komunitas Sosial Independen yang bergerak dalam bidang pendidikan
Komunitas 1000 Guru merupakan Komunitas Sosial Independen yang bergerak dalam bidang pendidikan (Istimewa)

Anak pedalaman itu mereka hanya tahu beberapa profesi seperti guru, polisi, dokter, TNI. Padahal saat ini banyak profesi yang bisa dijalani seperti jurnalis, youtuber, pengusaha dan lainnya.

Ifwan mengatakan, materi yang diberikan untuk anak-anak berbeda-beda sesuai dengan kelasnya.

“Untuk anak kelas satu belajarnya baca tulis hitung, kita buat cara belajar yang berbeda yang lebih ceria sehingga anak-anak lebih semangat dan antusias,” ujarnya.

Baca juga: Janganlah Ragu Memulai Saat Ada Kesempatan, Pengalaman Fanny Saat Usia Muda Ngajar di Banyak Lembaga

Ifwan menceritakan pengalamannya saat kegiatan 1000 guru ke daerah pedalaman dan terpencil.

"Kita berangkat sekitar jam 3 sore, sampainya malam. Paginya acara kita mengajar beri materi pelajaran. Siang kita beri tahu mereka ilmu ilmu experimen dan caranya. Setelah itu game tradisional agar mereka tidak bosan dan terus semangat. Setelah itu berbagi alat sekolah seperti tas, alat tulis, sepatu dan sebagainya," katanya.

Acara malam hari kita nonton bersama, buat layar tancap menonton film motivasi seperti laskar pelangi, jembatan pensil dan sebagainya.

Komunitas 1000 Guru merupakan Komunitas Sosial Independen yang bergerak dalam bidang pendidikan
Komunitas 1000 Guru merupakan Komunitas Sosial Independen yang bergerak dalam bidang pendidikan (Istimewa)

Kata Ifwan, saat acara nonton bersama anak-anak juga membawa orang tua meraka. "Jadi selain anak-anak diedukasi dimotivasi orang tuanya juga ikut termotivasi,” ujarnya.

Komunitas 1000 Guru mempunyai tim survei dan tim humas. Jika ada informasi daerah pedalaman dan terpencil tim survei akan menuju lokasi untuk berkordinasi dengan pihak desa sebelum melakukan kegiatan.

Baca juga: Hasbi Anshory Mengajarkan Demokrasi Sejak Dini, Terbuka Menerima Kritik dan Saran Anak

"Mereka dari pihak desa, pihak sekolah, dan warganya sangat antusias dengan kedatangan kita. Bahkan ada disambut dengan tarian, saat nginap kita diberi kenyamanan," kata Ifwan.

Namun, di masa pandemi ini kegiatan yang melibatkan kontak fisik dihentikan sementara untuk menghindari kemungkinan penyebaran Covid-19.

“Saat pandemi ini kegiatan kita virtual, ada podcast, live instagram lebih ke sosial media. Kita ada rencana study pack karena anak pedalaman tidak bisa daring. Sehingga mereka bisa terus belajar di rumah," ungkapnya.(vira ramadhani)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
173 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved