Sosok Sukses

Ahmad Fikri Aiman, Kisah Inspiratif dan Uniknya Lurah Milenial di Kota Jambi

Ahmad Fikri Aiman, lurah muda yang hobi nonton bioskop bersama istri hingga hobi lainnya bikin istri geleng kepala.

Editor: Rahimin
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Ahmad Fikri Aiman bersama istri 

TRIBUNJAMBIWIKI.COM, JAMBI - Seseorang banyak  memiliki hobi atau kesukaan di luar lingkup profesionalitasnya, apapun profesinya.

Seperti Ahmad Fikri Aiman, lurah muda yang hobi nonton bioskop bersama istri hingga hobi lainnya bikin istri geleng kepala.

Selain kesibukannya mengelola dan pikirkan inovasi pelayanan Kelurahan Lebak Bandung, Fikri, Lebak Bandung'>Lurah Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi ini memiliki sejumlah hobi.

Hobi yang ia katakan sering dilakukan bersama sang istri yaitu nonton bioskop. Selama ini ia selalu menunggu kehadiran film-film baru di bioskop.

Baca juga: Ogah Jual ke Tengkulak, Petani Cabai di Kota Jambi Ini Memilih Berjualan Secara Online

Baca juga: Buka Usaha Disaat Pandemi Covid-19, Toko Bahan Kue Ini Punya Strategi Marketing yang Keren

"Sampai tiket nonton bioskop dari mana-mana itu kita tempel dikemas dalam figura. Saya dan suami sempat galau sih pas bioskop ditutup saat pandemi," ujar Ricky Ekasari, istri Fikri, belum lama ini.

Sebelum menikah hingga saat ini pun, Fikri mengakui suka nonton film di bioskop di kota-kota lain. Kemudian tiket nonton tersebut mereka kumpulkan untuk koleksi keluarga.

Hal yang sampai saat ini Ricky mengatakan masih tak habis fikir dengan kebiasaan Fikri dalam bermain bola.

Ahmad Fikri Aiman, lurah muda yang hobi nonton bioskop bersama istri
Ahmad Fikri Aiman, lurah muda yang hobi nonton bioskop bersama istri (tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro)

"Kalau main bola itu nggak kapok-kapok walaupun cidera berkali-kali. Dahulu pas sebelum menikah juga nggak tau waktu kalo pergi main bola tuh. Padahal pernah cidera sampe hampir nggak bisa jalan dalam kondisi punggungnya bungkuk," Ricky membeberkan.

Selain itu, Fikri juga mengakui memiliki hobi lain. Yaitu bermain airsoft gun.

"Seru main airsoft gun, saya juga ikut komunitasnya di Jambi ini. Tapi saya sudah punya kartu izin menggunakan airsoft gun. Nggak sembarangan main, karena menyangkut keselamatan diri dan orang lain juga," Fikri menjelaskan.

Motoran malam untuk pemantauan

Fikri merupakan lurah kedua termuda di Kota Jambi. Sebagai milenial, Fikri mengaku lebih senang belajar dari senior yang sudah memiliki banyak pengalaman.

Baca juga: Cerita Ketua IDI Jambi, dari Kuliah di Berbagai Jurusan Hingga Kiat Atur Waktu Bersama Keluarga

Baca juga: Dosen di Jayapura Ini Sukses Dengan Salad Buahnya, Sekarang Produknya Ada di Jambi

"Walaupun mereka statusnya para Ketua RT di Kelurahan yang saya pimpin. Tapi saya lebih suka pegang prinsip Tutwuri Handayani. Kadang saya di depan memimpin, kadang saya di tengah ikut jalan bersama-sama, kadang saya di belakang untuk memberi support mereka," ungkap Fikri.

Ia suka melakukan pemantauan sendiri mengelilingi Kelurahan Lebak Bandung. Hal itu dilakukan di waktu kosongnya, ketika malam hari.

"Sama seperti pak Wali Kota Jambi Syarif Fasha ya. Saya suka motoran keliling kelurahan pakai kaos, sendal jepit malam-malam. Itu biar tau keadaan kampung saya yang sebenarnya," ujarnya.

Ahmad Fikri Aiman bersama istri
Ahmad Fikri Aiman bersama istri (tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Kilas identitas Fikri

Lurah yang akrab dipanggil Fikri ini kelahiran 1991. Sama seperti sang istri, Fikri lulusan Strata 1 dan Strata 2 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Saat ini mereka memiliki dua orang anak laki-laki.

Selain menjadi lurah, ia juga mengajar sebagai asisten dosen satu di antara kampus swasta yang ada di Kota Jambi.

"Ngajarnya kalau malam atau weekend saja. Karena biar nggak mengganggu tanggung jawab utama saya," jelas Fikri.

Baca juga: Cerita di Balik Berdirinya Tugu Juang, dari Sejarah Hingga Simbol Perjuangan Rakyat Jambi

Baca juga: Ditampilkan di PKN 2020, Ini Asal-muasal Dana Sarah, Tarian Asal Seberang Kota Jambi

"Saya juga meneruskan melatih club bola di Seberang Kota Jambi, yang telah dirintis lama oleh almarhum ayah dan paman saya. Anak-anak club semangatnya luar biasa walaupun tidak punya lapangan sendiri, itu yang membuat saya tetap semangat melatih," kata Fikri.

Fikri mengatakan, ia dibesarkan oleh ayahnya dengan mengenal bola. Jadi menurutnya hingga saat ini bola juga mendarah daging bagi hidupnya.

Sewaktu Fikri SMP, ia aktif dalam kegiatan pramuka hingga pernah dikirim tingkat nasional. Kebetulan bumi perkemahan Fikri saat itu berada di belakang IPDN (saat itu STPDN). Saat itulah pertama kali Fikri jatuh hati terhadap kampus STPDN (saat ini IPDN).

Seumur itu, Fikri mengaku ia mendambakan IPDN karena kedisiplinan, serta cita rasa seperti pramuka yang ia temukan di sana. Hal tersebut yang membuat Fikri terus bertekad melanjutkan jenjang pendidikannyadi sana.(Tribun Jambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved