Dari Pencinta Alam hingga Aktivis Lingkungan, Begini Rekam Jejak Direktur Eksekutif Walhi Jambi

Kenangan Rudiansyah kembali pada dua windu silam, saat dirinya mulai masuk ke kelompok pencinta alam.

Editor: Rahimin
Istimewa
Rudiansyah berpose saat menghadiri pertemuan di Bonn, Jerman, beberapa waktu lalu 

Perubahan ekosistem alam beberapa waktu terakhir cukup tinggi. Hal itu diakibatkan kebijakan yang salah dan tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tampung di lapangan.

Imbasnya, rusaknya ekosistem alam akan berujung pada bencana ekologis.

"Itulah yang menjadi fokus Walhi Jambi saat ini, karena pada situasi sekarang tidak mmungkinkan kita bekerja pada eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus," jelasnya.

Untuk mengantisipasi bencana ekologis itu, upaya mitigasi mesti dilakukan. Di antaranya dengan menerapkan konsep dasar, bagaimana keadilan ekologi itu dibuat pemerintah.

Mitigasi bencana ekologis tersebut dilakukan, baik di bagian hulu mau pun hilir Provinsi Jambi.

Baca juga: Badriyah Tepis Stereotipe Perempuan Berjilbab Hanya Bisa Ngaji, Dapat Beasiswa ke Australia

Baca juga: Nadia Anggrainy Tarigan, Desainer Muda Jambi, Punya Ciri Khas Satu Set Busana Bisa Jadi 5 Style

Di bagian hulu, kata dia, didominasi alih fungsi lahan dari menjadi kawasan pertambangan dan deforestasi untuk pembukaan lahan.

Sedangkan di kawasan hilir yang didominasi kawasan gambut, alih fungsi lahan didominasi menjadi perkebunan.

Untuk itulah, upaya memitigasi bencana tersebut terus dilakukan dengan berbagai cara. (Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
118 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved