Unik, Inilah Persimpangan di Jelutung Kota Jambi, Yang Miliki lebih dari Satu Nama

Lazimnya satu tempat memiliki satu nama. Tapi persimpangan di Kecamatan Jelutung Kota Jambi ini memiliki lebih dari satu nama.

Editor: Rahimin
tribunjambi/yon rinaldi
Kondisi lalu lintas di Simpang Limo Kecamatan Jelutung 

Laporan Wartawan Tribun Jambi M Yon Rinaldi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lazimnya satu tempat memiliki satu nama. Tapi persimpangan di Kecamatan Jelutung Kota Jambi ini memiliki lebih dari satu nama.

Persimpangan yang menghubungkan Jalan Gajahmada, Hayam, Wuruk, Untung Suropati dan dr Sumbiyono ini  memiliki tiga nama sekaligus.

Adapun tiga nama tersebut adalah Simpang Kayu, simpang Puncak dan Simpang Limo.

Lalu bagaimana tiga nama tersebut bisa terjadi.

Hunting Foto di Gang-gang dan Pemukiman Kota Jambi, Hanya Untuk Salurkan Hobi Saat Pandemi

Komunitas Ketimbang Ngemis Jambi Apresiasi yang Mau Berusaha, Terus Angkat Kehidupan Sosok Mulia

Mari ikuti ulasan berikut:

1. Simpang kayu.

Di dekade 80 - 90 an ada bangsal kayu di simpang tersebut.

Lebih tepatnya di Jalan DI Panjaitan, pas di depan Kantor Lurah Jelutung.

Saat ini, bangsal kayu tersebut sudah tidak ada lagi, berganti dengan deretan ruko.

Warga Jambi yang saat itu bekerja berhubungan dengan kayu seperti Furniture, bangunan, membuat gerobak dorong dan sebagainya, mengenal daerah tersebut dengan sebutan simpang kayu.

Selain itu para supir mobil truk dan lintas kota juga mengenal daerah tersebut dengan sebutan Simpang Kayu.

Di tambah lagi nama Kecamatan dan kelurahannya di ambil dari nama batang kayu (kayu jelutung).

2. Simpang Puncak.

Nama puncak disini bukan ikut-ikutan nama puncak di kabupaten Bogor ya. Tapi karena ada perkampungan Tua di Jalan Untung Suropati yang letaknya berada di ketinggian.

Warga sekitar menyebutnya Puncak.

Dan sampai sekarangpun masih disebut puncak.

Dahulu, perkampungan tersebut terbilang cukup ramai jika dibandingkan dengan perkampungan yang ada di sekitarnya.

Mantan Tukang Ojek ini Sukses Jadi Juragan Bubur Tim di Kota Jambi, Kini Miliki 22 Lapak

Buat Taman Bermain di Rumah, Chika Beri Pemahaman Bahaya Bermain di Luar saat Pandemi Covid-19

Ditambah lagi namanya yang khas dan sama dengan destinasi wisata di Kabupaten Bogor membuatnya mudah untuk diingat.

Saat ini perkampungan tersebut semakin ramai dan tersentu moderenisasi.

Tapi masih ada juga yang mempertahankan ke Khasan rumah lama yang terbuat dari kayu. 

Yang semakin membuat nama simpang Puncak ini selamin dikenal karena adanya TPU tua, yang setiap tahun ramai di kunjungi orang untuk berziarah.

3. Simpang Limo

Lazimnya simpang itu menghubungkan tiga sampai empat jalan.

Walaupun ada juga yang lebih. Nah simpang ini, menghubungkan lima jalan sekaligus.

Yaitu Jalan Gajahmada, Hayam, Wuruk, Untung Suropati dan dr Sumbiyono.

Karena adanya lima jalan yang dihubungkan, sebagian masyarakat Jambi menyebutnya dengan Simpang Limo.

Ditambah lagi, saat ini ada kedai kopi yang yang cukup ramai di simpang tersebut diberi nama Keko Simpang Limo.

Simpang yang bisa dikatakan pusat dari Kecamatan Jelutung ini memang memiliki catatan sejarah yang unik.

Hal ini dapat dilihat dari nama nama perkampungannya yang dapat dikatakan cukup unik.

Seperti Doyok dan kapak yang akan kita ulas dilain waktu. Saat ini, daerah di sekitaran simpang tersebut cukup ramai.

Karena di jalan Hayam Wuruk sendiri dapat di katakan pusatnya finance Jambi.

Banyak terdapat perkantoran leasing dan bank di jalan tersebut. Di jalan di Panjaitan ya sendiri saat ini bisa di katakan pusatnya otomotif Jambi 

Di sini banyak terdapat bengkel dan toko yang berjualan aksesoris maupun onderdil motor.

Brand motor nasional pun tak ketinggalan nimbrung di jalan ini. Seperti Honda dan Yamaha 

Untuk Honda sendiri sampai menghadirkan dialer dan dua bengkel resminya di jalan ini.

(Tribunjambi.com/Rinaldi).

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
107 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved