Mantan Tukang Ojek ini Sukses Jadi Juragan Bubur Tim di Kota Jambi, Kini Miliki 22 Lapak

Berawal dari saran anaknya untuk berhenti mengojek, Nurcholis memberanikan diri membuka usaha bubur tim pada 2015 silam.

tribunjambi/yon rinaldi
Nurcholis sedang bersantai di teras rumahnya, Jum'at(2/10/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Yon Rinaldi

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI – Berawal dari saran anaknya untuk berhenti mengojek, Nurcholis memberanikan diri membuka usaha bubur tim pada 2015 silam.

Saat itu, pria paruh baya ini masih tinggal di Jakarta. Di sanalah dia memulai usaha bubur tim ini.

Setelah dua tahun berjibaku di Jakarta, Nurcholis merasa kesulitan mengembangkan usahanya. Hingga 2017 silam dia memutuskan untuk hijrah ke Sumatra.

Awalnya, ia menargetkan Sumatra Selatan sebagai destinasi pengembangan usahanya. Tapi setelah melakukan riset, akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke Kota Jambi.

Buat Taman Bermain di Rumah, Chika Beri Pemahaman Bahaya Bermain di Luar saat Pandemi Covid-19

Serasa Jadi Wanita Perkasa, Sisi Lain Instruktur Fitclub Farrah Ayu Iswara

Mengusung brand Shaqila, lapak pertama pria yang biasa disapa pak de ini berada di Asparagus depan MM Angkasa. Kala itu ia belum memiliki karyawan.

Ia menceritakan, tiga bulan pertama mengalami kerugian, baru memasuki bulan ke empat sudah mulai ada keuntungan. Walaupun hanya untuk biaya hidup sehari-hari.

Dibulan ke empat ini ia merekrut karyawan pertamanya. Saat itu dia memperkerjakan tetangganya.

Satu minggu kemudian, membuka lapak baru di pasar villa dan merekrut karyawan keduanya.

Saat ini, Nurcholis yang bertempat tinggal di Lorong Kemuning, Kelurahan Rawasari, Kota Jambi ini sudah memiliki 22 lapak yang tersebar di seluruh Kota Jambi. Omsetnya sendiri sudah mencapai Rp 4 juta perbulan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved