Berawal dari Gaji Suami Dipotong di Tempat Kerja, Fitri Sukses Berjualan Kuliner Secara Online

Untuk menambah penghasilan keluarga saat pandemi Covid–19 ini, Fitri berinisiatif berjualan kuliner secara online dari April 2020 lalu.

Editor: Rahimin
Tribunjambi/Yon Rinaldi
Fitri Pemilik Kedai Teras saat berada dirumahnya, Sabtu (3/10/2020). 

Tidak kala dengan Ayam gepreknya, Kwetiau buatan Fitri juga patut di apresiasi. Rasanya boleh diadu dengan buatan resto terkenal.

Ditambah lagi berlimpahnya toping berupa irisan Sosis dan Bakso, yang membuat menambah nafsu makan.

Sejarah Berdirinya Pasar Keluarga, Sempat Beroperasi di Tugu Juang Kemudian Berpindah

Seperti menu-menu sebelunya yang dibuat dalam porsi jumbo, Kwetiau buatan fitri juga di buat dalam porsi jumbo. Inilah yang menjadikan nilau plus di setiap menu buatanya. Sehingga pelanggan tak segan untuk kembali lagi.

Sudah Pernah Jualan

Fitri mengaku beberapa tahun yang lalu dia pernah membuka warung di depan lorong rumahnya di Jalan Gatot Subroto, lebih tepatnya di samping ruko Bank Mandiri Gasu.

Saat itu suaminya belum mendapatkan kerjaan tetap, jadi untuk menghidupi keluarganya dia dan suaminya membuka kedai dari kontainer.

Mie Goreng,Nasi Goreng dan Kwetiau menjadi menu andalanya saat itu. Selain itu dia juga menyediakan kopi dan minuman ringan lainya sebagai pelengkap.

Di 2019 akhir, ruko tempat dia menumpang jualan berpindah tangan, sehingga dia menutup dagangannya.

Ditambah lagi suaminya sudah mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan di kota Jambi. Namun, disaat terjadi pandemi Corona dia terpaksa berjualan lagi.

Tetangga dan pelanggan lamanya yang sudah tau betul kualitas masakan Fitri, tak segan untuk langsung mengorder.

Selain itu, promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan tetangga dan pelanggan setianya itulah yang membuat berdatanganya pelanggan baru.

Nama Kedai Teras berawal dari suatu hari ada pelanggan baru yang langsung datang ke rumah Fitri untuk mengorder makanannya. Tapi karna tidak ada plang namanya, konsumen tersebut sempat nyasar.

Lagi Tren Bersepeda di Kota Jambi, Sepeda Lipat dan Sepeda Gunung MTB Paling Diminati

Harga Aglonema di Jambi Bisa sampai Jutaan Per Buah, Ternyata Naik

Saat itulah dia terinpirasi untuk membuat nama kedai teras, ditambah lagi nama tersebut dibutuhkan untuk bergabung di aplikasi ojek online.

Menariknya, sehabis Sholat Isya, ada saja konsumen yang berdatangan untuk membeli dagangannya. Beberapa diantara mereka memilih untuk makan di tempat.

Padahal Fitri tidak menyediakan tempat untuk makan di tempat. karna teras rumahnya tidak memungkinkan untuk diletakkan kursi dan meja.

 Akhirnya konsumen tersebut makan di pinggar jalan sempit depan rumahnya.

Suami Fitri mengatakan, seharusnya namanya bukan Kedai Teras, tapi kedai angkut. Karena konsumen yang makan di pinggir jalan itu harus mengangkut piring dan korsi yang digunakanya jika ada mobil yang lewat. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
101 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved