Siswa Anti Narkoba di Jambi

Juara 1 Pemenang Pemilihan Pelopor Anti Narkoba dari SMA Xaverius 1 Jambi

Acara pemilihan Pelopor Anti Narkoba diikuti oleh seluruh sekolah di Jambi dengan peserta 37 orang, dan terpilih 16 besar pelajar.

Tribun Jambi/Ade Setyawati
Foto BNN, Transmart, dan pemenang juara 1 dan 2. Felix Anderson The menjadi juara 1 pelopor pemilihan anti narkoba, Oktober 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Acara pemilihan Pelopor Anti Narkoba diikuti oleh seluruh sekolah di Jambi dengan peserta 37 orang, dan terpilih 16 besar pelajar.

Diadakannya Pelopor Anti Narkoba sebagai kepanjangan tangan dari BNN di mana BNN selaku lembaga dari pemerintah kurang efektif untuk menyampaikan bahaya narkoba terutama kepada generasi milenial.

Yang berpesan dalam mengupayakan visi dan misi dari BNN tidak hanya yang telah menjadi juara 1 ataupun 2, tetapi juga seluruh peserta yang telah mengikuti acara pelopor anti narkoba akan berkolaborasi bersama, dan tetap diawasi oleh BNN.

Felix Anderson The yang menjadi juara pertama dalam pemilihan pelopor anti narkoba, saat ini berusia 16 tahun tepatnya pada tanggal 6 Februari 2004, yang bersekolah di SMA Xaverius 1 Jambi dengan memiliki tinggi badan 172 cm dan berat 74 Kg, hobinya olahraga seperi basket, billiard dan fitness.

Ia juga sangat berprestasi di sekolah, pernah menjadi anggota OSIS SMP Xaverius 1 Jambi, Pradana Bantara SMA Xaverius 1 Jambi, prestasinya ialah juara 4 MTK Gebyar Prestasi SMP Xaverius 1 2017, juara 1 MTK Gebyar Prestasi SMP Xaverius 1 2018, juara 5 Debat Bahasa Indonesia PIX One 2019, Wakil 1 Putra Pesako Betuah 2020 dan yang terkahir menjadi juara 1 Pelopor Anti Narkoba yang diadakan di Transmart.

Tugas barunya sebagai pelopor anti narkoba tetap diawasi oleh BNN dan dia juga mengutarakan misinya ke depan setelah memperoleh juara 1 dalam ajang tersebut.

"Di sini kita akan bekerjasama baik BNN, Transmart dan seluruh peserta dalam 16 besar, misi saya ke depan sebagai pelopor anti narkoba, untuk mengkampanyekan budaya anti narkoba sebagai bagian dari gaya hidup sehat anak milenial," jelasnya.

Meskipun begitu ia juga merasakan sedikit kesulitan selama proses pemilihan seperti jadwal yang diberikan, maupun melihat peserta lain yang memiliki potensi.

"Kesulitannya terkendala dengan waktu, karena schedule-nya dikasih beberapa hari sebelum hari H, jadi belajarnya juga agak ngebut, selain itu juga ketika melihat teman-teman yang lain pernah ikut duta yang lain dan juga ketika melihat public speaking mereka yang bagus, mulai timbul perasaan cemas."

Momen yang sangat menyenangkan dan mengharukan juga dirasakan terutama ketika ia dipilih menjadi juara satu dalam acara pemilihan pelopor anti narkoba tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved