Berkah Kolang Kaling Ramadan

Perbedaan Kolang-kaling Jambi untuk Menu Buka Puasa, Kaya Kandungan Nutrisi

Bila bulan suci Ramadan tiba, beluluk menjadi satu di antara yang biasa dijadikan menu buka puasa. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak ...

Penulis: Aline
Editor: Aline
Tribunjambi.com/Mareza Sutan Aj
Menu kolang kaling 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kolang-kaling atau yang biasa dikenal masyarakat Jambi dengan nama beluluk menjadi satu di antara menu yang harus ada pada bulan puasa.

Buah kecil berbentuk lonjong dan berwarna putih trasnparan dapat diolah menjadi beraneka kudapan.

Bila bulan suci Ramadan tiba, beluluk menjadi satu di antara yang biasa dijadikan menu buka puasa. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak bisa dibuat olahan dengan berbagai rasa.

Beluluk yang bisa diolah, ternyata harus dipilih terlebih dahulu. Tidak boleh yang terlalu muda, dan tidak boleh yang terlalu tua. Buah beluluk didapat dari pohon enau.

Mata Helmi Menyusuri Pohon Enau di Desa, Berkah Ramadan Kolang Kaling Jambi

Milenial Cantik dari Jambi Tanggapi Aksi Ferdian Paleka, Ada Kegiatan yang Lebih Baik Dari Prank

Pesona Masjid Tua di Seberang Kota Jambi, Dibangun Sejak 1880

Di beberapa daerah di Kabupaten Muarojambi misalnya, ada tradisi memanen beluluk sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Tandan beluluk yang diambil dari pohon enau itu diturunkan kemudian dipreteli. Dalam satu pohon enau, ada sekitar tiga tandan. Satu tandan bisa menghasilkan sekitar 50 kilogram beluluk.

Setelah pemretelan ini selesai, beluluk direbus selama beberapa jam. Barulah setelahnya dikupas, dan dari sanalah buah putih transparan itu mulai terlihat.

Dalam pengolahannya, sering kali beluluk disajikan menjadi beraneka warna.

Untuk manisan contohnya, beluluk akan diolah menjadi warna merah atau hijau. Biasanya akan disajikan dengan beraneka potongan buah segar untuk melepas dahaga selama puasa.

Selain itu, beluluk juga bisa disajikan dengan olahan santan dan gula merah, seperti es dawet kolang-kaling, kolak kolang-kaling yang, hingga bubur kolang-kaling.

Di Jambi, beluluk dijual seharga Rp2.000 per ons atau Rp20.000 per kilogramnya. Masyarakat bisa membelinya di pasar atau warung-warung.

Gizi Kolang-kaling

Selain rasanya yang enak, makanan yang berasal dari pohon enau ini juga kaya nutrisi.

Helmi perajin kolang kaling di Kabupaten Muarojambi.
Helmi perajin kolang kaling di Kabupaten Muarojambi. (Tribunjambi.com/Hasbi)

Jejak Berdirinya Korem 042/Garuda Putih Sejak 1959, Ini Komandan Pertamanya

Dalam 100 gram beluluk, terdapat sekitar 6 gram karbohidrat, 243 mg fosfor, 0,4 gram protein, 91 mg kalsium, 1,6 gram serat, 0,2 gram lemak, 0,5 mg zat besi, dan kalori sebanyak 27 kkal.

Serat pada kolang-kaling dapat membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, serat juga dapat mengurangi kolesterol dan dipercaya dapat menurunkan risiko terkena kanker kolorektal.

Bukan hanya itu, kolang-kaling juga mengandung gelatin yang cukup tinggi, yang membuat perut lebih mudah kenyang dan meredakan nafsu makan, sehingga cocok bagi orang yang ingin diet atau mengurangi berat badan.

Gelatin pun dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tulang dan sendi. Kandungan air dalam kolang-kaling pun baik untuk kesehatan.

Kolang-kaling juga merupakan sumber vitamin B dan vitamin K. Dengan kandungan nutrisi tersebut, kolang-kaling bermanfaat bagi tubuh. (Mareza Sutan A J)

Prediksi Mulainya Musim Kemarau di Jambi pada 2020, Akhir Mei sampai Awal Juni 

Seperti Apa Wajah Thehok di Jambi saat Ini dan Dulu?

Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved