Sejarah Tionghoa di Jambi

Seperti Apa Wajah Thehok di Jambi saat Ini dan Dulu?

Tjoe The Hok adalah nama warga Tionghoa pada abad ke-19 yang pertama kali datang ke Jambi. Siapa sebenarnya dia?

Penulis: Aline
Editor: Aline
(Instagram)
Artis Sarwendah di patung Tarian Sekapur Sirih di kawasan Thehok, Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kawasan ini sekarang merupakan satu di antara yang paling ramai di Kota Jambi.

Thehok merupakan daerah penting di Jambi yang merupakan kawasan lawas.

Di kanan kiri jalan yang panjangnya sekira 4 Km itu, toko berderet-deret, lengkap dari toko baju, hotel hingga apotek.

Memang, daerah ini tak pernah sepi, karena merupakan jalan protokol menuju Bandara Sultan Thaha.

Mengapa bisa dinamakan Thehok?

Meletakkan nama sebuah daerah tidaklah sembarangan. Ada kisah di setiap nama yang diberi.

The Hok adalah nama sebuah Kelurahan di Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, yang di ambil dari nama seseorang.

Ini juga terkait keberadaan warga Tionghoa di Jambi pada akhir 1890-an.

 Sejarah Berdirinya Masjid Seribu Tiang Kota Jambi, Pembangunan Sekira 9 Tahun

 Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat

 Ngintip Jembatan Gentala Arasy yang Melintasi Sungai Batanghari di Kota Jambi

Dikutip dari buku "Toponimi Sudut-Sudut Kota Jambi" karya sejarahwan Jambi Junaidi T. Noor menjelaskan.

The Hok saat ini telah berkembang menjadi kawasan strategis dan pusat keramaian Kota Jambi, nama kelurahan ini berasal dari nama seseorang, yang dipakai untuk mengenang Tjoe The Hok.

Tjoe The Hok adalah nama warga Tionghoa pada abad ke-19 yang pertama kali datang ke Jambi.

Tahun 1890, Tjoe The Hok datang ke Jambi dan bermukim di daerah yang kini disebut Theho. 

Pada saat itu Thehok hanyalah hutan dan Tjoe the Hok sebagai pedagang karet yang memiliki perkebunan karet dan pabrik getah.

Dari Lapangan Terbang Paal Merah Jadi Bandara Sultan Thaha Jambi, sejak Zaman Belanda wdrwsdwd
Dari Lapangan Terbang Paal Merah Jadi Bandara Sultan Thaha Jambi, sejak Zaman Belanda wdrwsdwd (Tribun Jambi/Ade Setyawati)

Tjoe The Hok dikenal orang yang sangat sukses, usahanya mulai dari kebun karet, pabrik getah dan kekayaan yang masih tersisa hingga kini yaitu bangunan pabrik getah yang terletak di kawasan sebrang Kota Jambi.

Masih menurut buku yang sama tahun 1930 an juga tercatat nama Tjoe the Hok sebagai pemilik pabrik pengolah karet tersebut.

Kawasan Thehok tahun 1981 mulai menjadi kelurahan, dan tanah milik Tjoa The Hok termasuk pabrik, dinasionalisasikan menjadi milik negara, milik daerah, dan menjadi milik rakyat.

Pengusaha tersebut lahir di Tiongkok dan wafat di Singapura pada tanggal 20 April 1958.

Pada tahun 2008, makamnya disemayamkan di Vihara Sakya Kirti, yang berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sulanjana, Kota Jambi. (Tribunjambi.com/Ade Setyawati)

 Ngintip Jembatan Gentala Arasy yang Melintasi Sungai Batanghari di Kota Jambi

 Pernah Dengar Kletek Udang Jambi? Ternyata Begini Penampakannya, Enak

 Dipasarkan Lewat Medsos, Anyaman Resam Warga Muarojambi Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

 Daftar Kampus Swasta di Jambi, Sejarah Universitas Batanghari (Unbari) Berdiri 1 November 1985

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
80 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved