Masjid Tua di Jambi

Pesona Masjid Tua di Seberang Kota Jambi, Dibangun Sejak 1880

Rupanya, Masjid Al-Ihsaniyah menyimpan banyak sejarah yang teramat panjang. Sejak didirikan pertama kali pada 1880 M, masjid ini telah berkali-kali di

Penulis: Aline
Editor: Aline
Tribunjambi/Mareza
Masjid Al-Ihsaniyah, masjid tertua yang terletak di Seberang Kota Jambi, Kecamatan Danau Teluk 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di Seberang Kota Jambi, ada bangunan yang masih tampak elok dan megah, yang menjadi rumah ibadah umat Islam pertama di Kota Jambi.

Letaknya di Jalan KH Ibrahim, RT 05, Olak Kemang, Danau Teluk, Kota Jambi.

Rupanya, Masjid Al-Ihsaniyah menyimpan banyak sejarah yang teramat panjang. Sejak didirikan pertama kali pada 1880 M, masjid ini telah berkali-kali direnovasi.

Sejarah Berdirinya Masjid Seribu Tiang Kota Jambi, Pembangunan Sekira 9 Tahun

Sejarah Masjid Al-Falah, Masjid Tertua di Kabupaten Bungo yang Berdiri Sejak 1812

Masjid yang terletak tidak jauh dari bibir Sungai Batanghari itu juga dikenal masyarakat dengan Masjid Batu.

Sejak Islam masuk di Kota Jambi, masjid inilah yang menjadi sentra ibadah pertama. Masjid Batu didirikan oleh Datuk Shin Thai, seorang muslim Cina yang juga menyebarkan Islam ke Jambi.

Berdua dengan seorang ulama Arab keturunan Yaman, Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri, yang juga menjadi tokoh dan pejuang Islam di tanah Jambi.

Asal muasal masjid Al Ihsaniyah dijuluki Masjid Batu, karena itulah masjid yang pertama kali dibangun dengan susunan batu atau beton.

Pada abad ke 19 dulu, bangunan-bangunan rata-rata masih menggunakan kayu dan pasak. Bangunan batu itu dibuat waktu zaman Belanda.

Desainnya pun dulu mirip dengan gaya bangunan Belanda.

Sebelum seperti sekarang, dulu tempat wudu di sana berupa kolam. Kolam itu terletak tidak jauh dari bangunan masjid. Dibuat di dalam tanah.

Masjid itu juga menyimpan benda-benda yang punya nilai sejarah. Bedug misalnya, yang usianya diperkirakan sudah sebaad. Kayunya masih asli, hanya saja kulitnya telah berganti.

Selain itu, dulu juga ada kaligrafi yang menjadi papan nama masjid Al Ihsaniyah. Kaligrafi itu elok bentuknya.

Dibuat oleh seorang yang dikenal piawai membuat kaligrafi bernama Bilal Muchtar bin Abdul Hamid, ayah dari KH Ibrahim.

Selain itu, ketika salat Jumat, khatib yang menyampaikan khutbah pun menggunakan tongkat yang sudah cukup lama usianya.

Di depan masjid Al Ihsaniyah, terdapat sebuah makam. Itulah makam Habib Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri, yang dikenal dengan nama Pangeran Wiro Kusumo.

Hingga kini, di tengah perkembangan Islam yang masih berlanjut, masjid itu masih menjadi tempat ibadah yang ramai didatangi umat Islam dari berbagai penjuru. (Mareza Sutan A J)

Prediksi Mulainya Musim Kemarau di Jambi pada 2020, Akhir Mei sampai Awal Juni 

Berbagi Trik saat Komunitas Rubik Jambi Berkumpul, Selain Otak Ternyata Ada Rumusnya

Di Jambi, Angkatan 2020 Berpisah Tanpa Perpisahan Setelah Ujian Nasional, Gara-gara Corona

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
82 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved