Air Sungai Batanghari Meluap

Air Sunngai Batanghari Meluap, Siap-siap Banjir di Jambi

"Tinggi muka air 14,56 siaga dua menjelang siaga 1, hingga kini belum ada permintaan dari Kota Jambi namun sore ini kita akan keliling Kota," jelasnya

IST/CAHYO ADI SUPRAPTO
Menara Gentala Arasy dan Sungai Batanghari dilihat dari ketinggian 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tingginya intensitas hujan di wilayah Provinsi Jambi membuat air Sungai Batanghari meluap dan merendam permukiman warga di beberapa wilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan belum ada permintaan bantuan penanganan banjir dari Kota Jambi kepada pihak BPBD Provinsi Jambi, walaupun tinggi muka air Sungai Batanghari sudah 14,56 meter. 

"Tinggi muka air 14,56 siaga dua menjelang siaga 1, hingga kini belum ada permintaan dari Kota Jambi namun sore ini kita akan keliling Kota," jelasnya, Jumat (8/5/2020).

Sejauh ini, kata Bachyuni yang dilakukan pihaknya sudah melakukan penguatan di Posko Kabupaten Batanghari. "Penguatan kemarin di posko Kabupaten Batanghari ada Basarnas, dan BPBD Kabupaten/Kota," katanya.

Untuk penguatan di Batanghari, Bachyuni menyebut pihaknya menggeser pasukan dan peralatan. "Dari basarnas ada 6 orang, dari BPBD Provinsi standby ada 6 orang," katanya.

Kondisi di Batanghari sendiri kata Bachyuni, ada 5 Kecamatan yang terdampak. Namun mereka tak mau dievakuasi. "Mereka mau bertahan di rumah jadi belum mau dievakuasi,"paparnya.

Sementara untuk alat yang standby di dinasnya kata Bachyuni seperti kapal evakuasi. "Kapal evakuasi ini bisa untuk 10 orang, kemudian kapal portabel ada 2 armada bisa angkut 4 orang satu kapal, jadi total sekali angkat bisa 18 orang," terangnya.

Sementara untuk bantuan dana nantinya jika ada kejadian luar biasa (KLB) banjir, Bachyuni bisa saja diaktifkan walaupun status tanggap darurat banjir dan longsor (hidrometeorologi) Jambi sudah berakhir. "Jika mendesak bisa diaktifkan bantuan dana, sekarang bantuan jika peralatan dan SDM saja dahulu," katanya. 

Kemudian untuk hujan yang terjadi belakangan ini Bachyuni menyebut dari prediksi BMKG hanya berlangsung lima hari. "Sekarang transisi musim pancaroba, habis itu nanti diperkirakan musim panas," sampainya.

Kemudian, untuk stok bantuan yang tersedia di BPBD kata Bachyuni ada stok untuk bantuan makanan dan peralatan darurat. "untuk stoka ada, namun kita tak hapal, karena ada juga yang dipakai untuk Covid19," pungkasnya. (Zulkifli)

Posisi 7 Kepala OPD di Provinsi Jambi Kosong Pada 2020, Ternyata Ini Sebabnya

Asal Mula Nama Thehok, Sejarah Warga Tionghoa yang Datang ke Jambi Pada 1890

Berbagi Trik saat Komunitas Rubik Jambi Berkumpul, Selain Otak Ternyata Ada Rumusnya

Ikuti kami di
Penulis: Aline
Editor: Aline
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved